Eks Dirut Pertamina Tersangka Kasus Korupsi

Jakarta (855.news.com) -- Kejaksaan Agung menetapkan mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan, sebagai tersangka baru dalam dugaan korupsi Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009 yang merugikan keuangan negara Rp568 miliar.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, M Rum membenarkan penetapan Karen sebagai tersangka. Rum mengatakan penetapan Karen tersebut berdasarkan Surat Perintah Penetapan Tersangka Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Tap-13/F.2/Fd.1/03/2018 tanggal 22 Maret 2018.

"Kejagung juga menetapkan Chief Legal Councel and Compliance PT Pertamina Genades Panjaitan (GP) sebagai tersangka," kata Rum.

Para tersangka dinilai melanggar Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Rum mengatakan Kejaksaan Agung masih memeriksa sejumlah orang dalam kasus korupsi tersebut.

"Sampai sekarang sudah 67 saksi diperiksa oleh penyidik," katanya.

Sebelumnya Kejagung juga telah menetapkan tersangka BK, mantan Manager Merger & Acquisition (M&A) Direktorat Hulu PT. Pertamina. 

Kasus ini terjadi pada 2009, ketika itu PT Pertamina melakukan akuisisi (Investasi Non-Rutin) berupa pembelian sebagian asset (Interest Participating/ IP) milik ROC Oil Company Ltd di lapangan Basker Manta Gummy Australia berdasarkan perjanjian tanggal 27 Mei 2009.

Namun, dalam pelaksanaannya diduga terjadi penyimpangan dalam pengusulan Investasi yang tidak sesuai dengan Pedoman Investasi dalam pengambilan keputusan investasi tanpa adanya kajian Kelayakan berupa kajian secara lengkap (akhir) atau "Final Due Dilligence" dan tanpa adanya persetujuan dari Dewan Komisaris.

Tindakan tersebut mengakibatkan penggunaan dana sejumlah US$31.492.851 serta biaya-biaya yang timbul lainnya (cash call) sejumlah US$26.808.244 dolar AS tidak memberikan manfaat ataupun keuntungan kepada PT. Pertamina.(it).