Teroris di Cianjur Rancang Serangan Gerilya ke Markas Polisi

Jakarta (855.news.com) -- Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menembak mati empat orang terduga teroris di Terminal Pasirhayam, Desa Sirnagalih Kecamatan Cilaku, Cianjur, Jawa Barat, pada Minggu 13 Mei 2018 dini hari. Kabarnya mereka akan melakukan serangan berpola gerilya terhadap markas polisi, dengan senjata api dan bom modifikasi.

"Mereka diduga akan melakukan serangan hit and run di beberapa lokasi, dengan senjata api serta panah dan yang ujungnya dibuat menjadi bom," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta.

Setyo menyatakan, empat terduga teroris itu adalah bagian dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Salah satu di antaranya diketahui berstatus pelajar. Mereka mulai bangkit menggelar serangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri. 

Kabarnya mereka bakal menyerang di beberapa kota dan wilayah di Indonesia, dengan sasaran utama adalah polisi. Menurut Setyo, mereka sudah melakukan latihan militer di Sukabumi, dan berencana menyerang pos dan markas polisi di Jakarta, Bandung, hingga Kelapa Dua.

Para terduga teroris ditembak di Cianjur diduga kuat tergabung dalam unit kelompok JAD Jabodetabek, dipimpin K dan DS yang merupakan napi terorisme. Setyo menyatakan anggota Densus 88 Antiteror saat ini terus mengejar anggota kelompok JAD yang dikhawatirkan akan menggelar serangan lain. 

"Mereka adalah dari JAD Jakarta dan Bandung, mereka bekerja sama," ujar Setyo.

Setyo menyatakan keempat pelaku menggunakan mobil Honda Brio warna silver bernomor polisi F 1614 UZ saat menuju Jakarta. Mereka dikuntit oleh anggota Densus 88 sejak dari wilayah Sukabumi.

Saat memasuki wilayah Cianjur, tepatnya di perempatan Terminal Pasirhayam, terduga teroris yang mengetahui keberadaan petugas mencoba melarikan diri dengan masuk ke dalam kawasan terminal.

Densus 88 langsung mengejar. Namun, saat diberhentikan keempat terduga teroris mencoba melawan dengan senjata api yang mereka bawa. Setyo mengatakan anggota Densus 88 terpaksa menembak keempatnya hingga tewas. Jasad mereka lantas dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, buat diautopsi.

Barang bukti disita polisi adalah satu unit mobil yang ditumpangi terduga teroris, dua pucuk senjata api rakitan jenis revolver, tiga buah tas yang diduga berisi bahan peledak, dua buah pelindung kepala (helm), satu lembar kertas bergambar sketsa rakitan senjata api dan beberapa barang bukti lainnya.

Selepas menangkap empat terduga teroris di Cianjur, Densus 88 Antiteror juga membekuk dua orang terduga teroris lain di dua lokasi berbeda. Setyo menyatakan keduanya adalah G yang dibekuk di Sukabumi, dan M di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat(im)