Jokowi dan Prabowo Ikrarkan Kampanye Damai

Jakarta (855.news.com) -- Pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berikrar menjalankan kampanye damai Pemilu serentak 2019. Ikrar tersebut dibacakan secara bersama-sama di Monas, Minggu 23 September 2018.

Usai membacakan deklarasi, para pasangan calon kemudian melepas burung merpati sebagai simbol perdamaian. Masing-masing pasangan calon kemudian menandatangani prasasti sebagai bentuk pakta ikrar yang telah mereka bacakan.

Keempat pasangan calon presiden dan wakil presiden lantas memegang merpati putih usai deklarasi tersebut dibacakan, sementara para petinggi Partai di belakangnya memegang merpati berwarna abu-abu.  Merpati-merpati itu kemudian diterbangkan sebagai simbol deklarasi kampanye damai.

Ketua KPU Arief Budiman meminta para peserta pemilu 2019 melakukan kampanye damai dan tidak memainkan isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) serta berita hoaks.

"KPU berharap peserta pemilu dapat memanfaatkan masa kampanye melalui kampanye damai, tertib, tidak melakukan politisasi SARA, tidak menyebar berita hoax, tidak melakukan politik uang dan tidak saling menghujat.  Manfaatkan masa kampanye sebaiknya dengan menawarkan visi, misi, dan program kampanye ," kata Arif.

Ia juga mengatakan deklarasi kampanye damai bertujuan agar bisa mengedukasi, memperkenalkan sekaligus sosialisasi peserta pemilu 2019. Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah kampanye damai anti hoaks untuk menjadikan pemilih berdaulat agar negara kuat.

"Nantinya, kampanye diharapkan dapat memberikan pendidikan politik kepada pemilih dan dapat meningkatkan angka partisipasi pemilih. KPU telah menetapkan 16 bisa partai politik peserta pemilu, 4 parpol lokal dan juga pasangan calon presiden dan wakil presiden," ujarnya. 

KPU telah menetapkan sebanyak 807 calon anggota DPD peserta pemilu, dan menetapkan daftar calon tetap anggota DPR/DPRD Kabupaten/kota.

"Sesuai dengan tahapan pemilu 2019, masa kampanye dimulai hari ini tanggal 23 September sampai 13 April. Selama masa kampanye peserta pemilu dapat melakukan kegiatan kampanye sesuai ketentuan dan perundangan berlaku," pungkas Arief (im)