KPK Tangkap Beberapa Pejabat Kepulauan Riau

Jakarta (855.news.com) -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan enam orang dalam operasi tangkap tangan di Kepulauan Riau. Lembaga antirasuah ini juga mengamankan uang sebesar 6.000 ribu dolar Singapura. 

Keenam orang itu berasal dari sejumlah unsur, mulai dari Kepala Daerah, Kepala Dinas, Kepala Bidang, Pegawai Negeri Sipil, hingga pihak swasta. 

"Ada 6 orang yang diamankan tim dan dibawa ke Polres setempat. Kepala daerah, Kadis (Kepala Dinas), Kabid (Kepala Dinas), PNS dan swasta," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah lewat pesan singkat, Jakarta, Rabu (10/7). 

Febri mengatakan OTT itu terkait dengan izin lokasi rencana reklamasi di Kepulauan Riau. Dari operasi senyap itu, KPK mengamankan uang senilai 6.000 dolar Singapura atau sekitar Rp.62 juta.

"Diduga transaksi terkait izin lokasi rencana reklamasi di Kepri, diamankan uang 6.000 dolar Singapura," ujarnya. 

KPK menduga menduga uang senilai 6.000 dolar Singapura yang disita bukan merupakan penerimaan pertama. 

"Ada uang yang kami amankan dari operasi hari ini sekitar 6.000 dolar Singapura ya diduga ini bukan penerimaan pertama," kata Febri.

Diketahui juga OTT di kepulauan Riau terkait dengan izin lokasi rencana reklamasi di Kepulauan Riau. Febri mengatakan KPK bakal mengidentifikasi aliran uang terkait OTT ini dalam pemeriksaan lebih lanjut. 

"Kami periksa kami klarifikasi di polres, operasi dibantu oleh tim kepolisian setempat," jelasnya. 

Ia menyatakan status para pihak yang terjaring OTT akan ditentukan besok. Sesuai dengan hukum acara, KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum pihak yang diamankan. 

"Jadi dari enam orang itu, sampai dengan malam ini belum diputuskan, nanti kalau penyidikan berapa orang yang jadi tersangka dan siapa yang menjadi saksi, itu mungkin besok baru bisa kami sampaikan melalui konferensi pers," terangnya. (*/im).