Menlu: Indonesia Optimis Terpilih sebagai Anggota DK PBB

Jakarta (855.news.com) -- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengaku optimis Indonesia bakal terpilih sebagai satu dari sepuluh anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) periode 2019-2020 mendatang.

Menurut Retno, Indonesia memiliki kontribusi dan rekam jejak yang sangat nyata dalam mendukung perdamaian dan penyelesaian konflik di seluruh belahan dunia.

"Kami optimis, Indonesia bisa terpilih, mohon doanya saja. Kalau dilihat dari track record, banyak kontribusi yang sudah dan terus dilakukan Indonesia ke dunia. Dan ini mudah-mudahan terekam dengan baik dan mampu menjadi pendorong negara-negara lain untuk dukung Indonesia," kata Retno kepada wartawan seusai menghadiri acara buka puasa bersama para duta besar negara sahabat di kantornya di Jakarta, Senin 28 Mei 2018.

Saat ini, menurut Retno, Indonesia masih terus mempersiapkan diri menjelang pemilihan yang akan berlangsung 8 Juni mendatang. Rencananya, delegasi Indonesia yang ia pimpin akan bertolak ke New York, Amerika Serikat, pada 3 Juni untuk persiapan sebelum hari H pemilihan. 

"Saya akan terbang ke New York lagi Minggu pekan ini untuk pemilihan anggota DK PBB karena election-nya tanggal 8 Juni. Sebelum pemilihan, kami terus memaksimalkan lobi-lobi dengan negara lain agar mau dukung Indonesia," jelas dia. 

Beberapa waktu lalu, Direktur Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata Kemlu RI, Grata Endah Werdaningtyas mengatakan Indonesia sudah memiliki dukungan melebihi ambang batas dua pertiga dari suara dibutuhkan untuk mengamankan kursi di DK PBB.

Indonesia bersaing dengan Maladewa untuk mewakili kawasan Asia Pasifik di DK PBB. Sementara itu, Jerman dan Belgia akan bersaing untuk mewakili kawasan Eropa Barat. 

Di belahan dunia lain, Argentina dan Republik Dominika akan merepresentasikan Amerika Latin. Kawasan Afrika akan diwakili Afrika Selatan atau Namibia.

Jika terpilih, Retno mengatakan akan ada empat agenda prioritas yang dibawa Indonesia ke DK PBB. Pertama, Indonesia akan melanjutkan bahkan meningkatkan kontribusinya terhadap perdamaian dunia, termasuk menambah pasukan dalam misi perdamaian PBB.

Kedua, Indonesia juga akan mendorong penguatan relasi antara PBB dengan organisasi regional di setiap kawasan.

"Penguatan hubungan PBB dengan organisasi regional ini penting karena melihat keadaan saat ini yang dinamis, organisasi regional menjadi pihak yang paling cepat masuk dalam suatu konflik atau perkembangan di suatu kawasan," kaat Retno.

Ketiga, Retno memaparkan Indonesia ingin mendorong perdamaian agar sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan PBB atau Sustainable Development Goals (SDGs). Menurutnya, agenda pembangunan apa pun tidak akan bisa tercapai jika perdamaian tidak bisa terjamin.

"Terakhir, kami ingin DK PBB bisa memperkuat kerja sama untuk menangani kejahatan transnasional sebab masalah ini perlu penanganan bersama, tidak bisa sendiri-sendiri," ujar dia. (im)