Ada dengan Amerika Serikat?

Oleh Dasman Djamaluddin

CNN pada hari Rabu, 20 Mei 2020, menampilkan potret para mantan Presiden Amerika Serikat (AS), baik dari Partai Demokrat maupun Partai Republik di masa Barack Obama berkuasa di Gedung Putih.

Entahlah apa latar belakang CNN mempublikasi acara yang sudah berlalu itu. Apa dikarenakan sikap Trump yang terlihat begitu tidak ramah dengan wartawan. CNN adalah "Cable News Network." Ia adalah sebuah saluran berita kabel asal AS yang didirikan tahun 1980 oleh konglomerat media asal AS Ted Turner.

Dalam acara beberapa tahun yang lalu itu, tampak Michelle Obama berpidato, kemudian Presiden Barack Obama, waktu itu (Presiden AS dari Partai Demokrat), dilancutkan mantan Presiden George Walker Bush dari Partai Republik dan istrinya, mantan Ibu Negara Laura Bush, yang dilatar belakangi foto Bush di ruang sebelah timur Gedung Putih di bulan Mei 2012.

Kalau melihat potret di atas, istri Donald Trump, Presiden AS sekarang ini, yaitu Melanie Trump, istri ketiga Donald Trump (berdiri paling kanan) yang disebut Ibu Negara, tidak dijelaskan kenapa Donald Trump yang belum menjadi Presiden AS waktu itu sudah tentu tidak hadir.

Meski sebelumnya dikatakan Trump sangat dekat hanya kepada istri Bill Clinton. Ada foto dari "Reuter," yang menunjukan kedua keluarga besar tersebut bertemu akrab.

Sewaktu Pemilihan Presiden AS 2016, antara Hillary Clinton dan Donald Trump bersaing ketat. Ternyata setelah diselusuri keduanya adalah saudara sepupu jauh

Berdasarkan situs penelitian silsilah geni.com, kedua kandidat ini diyakini merupakan saudara jauh.

Diberitakan "Sputniknews,"situs ini membandingkan silsilah kedua kandidat. Keluarga mereka ternyata memiliki hubungan dari beberapa abad lalu. Baik Trump dan Hillary Clinton, juga Bill Clinton, ternyata sama-sama berasal dari keturunan Duke Lancaster I.

"John Gaunt, Duke Lancaster I, menikah dengan Katherine Swynford, Duchess Lancaster. Keduanya adalah kakek-nenek buyut dari keturunan ke-18 di atas mereka," bunyi laporan Extratv.com.

Mungkin, sifat kepemimpinan Trump dan Clinton dapat ditelusuri dari jejak kakek buyut mereka.

"Kakek-nenek mereka dari keturunan ke-19 di atas mereka adalah King Edward III. Jadi, teladan kepemimpinan negara telah ada dalam gen mereka," ujar A.J. Jacobs yang juga mempelajari penelitian yang dilakukan oleh situs Geni ini, masih mengutip laporan Extratv.com.

Ini bukan pertama kalinya para rival politik ternyata memiliki nenek moyang yang sama. Pada 2007, mantan Wakil Presiden AS Dick Cheney dan Presiden Barack Obama ternyata merupakan sepupu jauh dari keturunan ke-8. Temuan ini didapat ketika istri Cheney sedang melakukan pengumpulan bahan untuk penelitiannya.

Berdasarkan teori kebanyakan calon pemimpin, semua presiden AS dapat ditelusuri silsilahnya hingga ke Raja John Lackland Plantegenet.

Ditemukan oleh seorang anak perempuan berusia 12 tahun pada 2012 lalu, teori ini menduga bahwa setiap presiden AS, kecuali Martin van Buren, dapat ditelusuri nenek moyang mereka hingga ke keturunan kerajaan Eropa. 

Bagaimana pun, dengan Barack Hussein Obama II dari Partai Demokrat, hubungan politik Trump tidak begitu baik. Obama sebagaimana diketahui adalah seorang politisi AS yang menjabat sebagai Presiden AS ke-44. Masa kepresidenannya dimulai pada 20 Januari 2009 – 20 Januari 2017 (dua periode).

Melanie, sekarang istri Presiden Donald Trump, waktu Obama menjadi Presiden AS itu belum menikah dengan Trump. Jadi waktu berkumpul sebagaimana foto di atas, Melanie memang belum menikah dengan Trump.

Melania Trump adalah mantan model Slovenia-Amerika dan sekarang Ibu Negara AS. Ia menikah dengan pebisnis Trump tahun 2005. Istri Presiden AS ke-45, Donald Trump itu lahir di Slovenia dan menjadi pemukim permanen AS pada tahun 2001 dan warga negara tahun 2006.

Pertemuan para Presiden AS di Gedung Putih itu merupakan ide dari"The White House Historical Association, " sebuah organisasi pribadi yang tidak mencari keuntungan. Berdiri tahun 1961 oleh Jacqueline Kennedy (istri Presiden Kennedy untuk melanggengkan sejarah para Presiden AS yang berada di Gedung Putih. Berarti foto-foto lukisan ini juga ingin menggugah Presiden AS Donald Trump sekarang ini, agar melakukan hal yang sama. Sekurang-kurangnya, diselenggarakan usai virus corona melanda AS.

Trump juga baru-baru ini tidak terlalu bersahabat dengan wartawan Asia. Kita pernah menyaksikan ketika seorang jurnalis perempuan dari Asia menanyakan sesuatu kepada Trump, dan dengan singkat hanya dijawab, "tanya saja kepada RRC." Sebuah jawaban yang membuat wartawan dari Asia tersebut terheran-heran.

Kembali ke berbagai potret yang dipajang di Gedung Putih itu, dimulai dari foto George Washington.

Ada juga potret mantan Presiden Abraham Lincoln yang dibuat George Peter Alexander Healy tergantung di atas tungku pemanasan di Gedung Putih pada tahun 1962.

Terlihat juga sebuah potret mantan Presiden John F. Kennedy yang dipajang bulan Januari 1998.

Potret John F. Kennedy ini dibuat oleh pelukis Aaron Shikler tahun 1971, setelah Kennedy tewas dibunuh.

Mantan Presiden Bill Clinton dan mantan Ibu Negara Hillary Clinton terlihat berdiri juga di depan potretnya, juga mantan Presiden George Walker Bush dan mantan Ibu Negara Laura Bush di bulan Juni 2004 di Gedung Putih.

Presiden Jimmy Carter juga terlihat melakukan hal yang sama di depan potretnya. Jimmy Carter terlihat berpidato dan disampingnya terlihat mantan Presiden Gerald R. Ford dan mantan Ibu Negara Betty Ford di ruang timur Gedung Putih pada bulan Agustus 1980.

Di setiap ruang, sudah tentu memiliki sejarah Presiden AS yang saling berkaitan. Misalnya mantan Presiden George Walker Bush yang berdiri di sebelah Presiden Barack Obama diikuti mantan Ibu Negara Laura Bush berdiri di sebelah Ibu Negara Michelle Obama di dalam acara tersebut. Meski kedua mereka berbeda partai, ada hubungan emosional yang tidak bisa dilupakan.

Pertanyaan lebih menarik sudah tentu, adakah CNN memiliki pesan khusus, karena pengungkapan berbagai foto ini jelang Pemilihan Presiden AS, November 2020?.(*).