Kenikmatan Bukan Dari Kenikmatan

Oleh: Imam Trikarsohadi)*

Malam ini, saya tiba-tiba teringat sosok bersahaja pendiri Majelis Sabar. Lalu saya berkontempelasi, dan tiba pada satu intisari bahwa kenikmatan tidak diraih dengan kenikmatan. Kenikmatan hanya bisa diraih dengan kesabaran melampaui segala macam ujian, jerih payah, kesempitan, dan pengorbanan. Dengan inilah, pada akhirnya; kenikmatan bisa diraih.

Ya..kesabaran. Sebuah topik yang selama bertahun-tahun kami telisik di Majelis Sabar. Ada begitu banyak, dan bisa disebut berlimpah ruah pemahaman kesabaran yang saya dapatkan dari majelis itu. Meski dalam aplikasinya, saya sendiri acapkali diterjang fluktuasi ihwal bagaimana untuk tidak kecewa, tidak gampang  marah, dan tak mudah sedih. Demikian halnya terkait menahan lisan dari berkeluh kesah, menahan jasmani dari gangguan, menahan jiwa dari gundah.

Itu semua tak perlu, jika kesadaran kita selalu terjaga bahwa setiap perkara yang hadir dalam kehidupan ini tak lepas dari kehendak Allah Swt. Dan boleh jadi perkara itu adalah kebaikan untuk kita, yang Allah peruntukkan bagi kita.

Sebab sudah jaminan valid bahwa di tiap akhir dari sebuah perjuangan kesabaran akan hadir kemenangan yang besar. Bahkan malaikat bersiap menyambut dan memberi salam kepada kita, serta mengingatkan bahwa keteguhan kita adalah berkat kesabaran mereka.

Oleh sebab itu, derajat ibadah yang paling utama dan yang paling tinggi adalah sabar. Sabar itu wajib. Sabar adalah bagian dari iman dan Islam sebagaimana kepala pada jasad. Sebagaimana tidak ada kehidupan bagi jasad yang tanpa kepala, demikian juga keimanan, keimanan tidak boleh tanpa kesabaran.

Bagi orang-orang yang sabar, Allah membuka bashirah-bashirah mereka terhadap ayat-ayat-Nya, dan mengajarkan hikmah-hikmah-Nya.

Dengan kesabaran, Allah membuka mata bashirah kita. Mata bashirah yang dapat membedakan antara kebenaran dan kebatilan. Yang memahami dan merasakan ayat-ayat Allah ialah orang-orang yang bersabar di atas jalan-Nya.

Sebab itu, pemahaman terhadap agama ini hanya akan terwujud bagi orang-orang yang bergerak di bumi ini, bersabar menghadapi musibah dan ujian, bersabar menjalankan ibadah, baik yang berupa (menjauhi) larangan maupun hal-hal yang makruh. Sampai Allah membukakan kemenangan-kemenangan di dalam hati. Mereka mendapati kemenangan-kemenangan itu di alam nyata dan di dalam kehidupan mereka. Kemenangan yang dekat dan kemenangan yang jauh.

Allah akan bersama orang-orang yang sabar; bersama dengan pendengaran-Nya, pengetahuan-Nya, dan penglihatan-Nya.

Allah berfirman, yang artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (Qaf: 16).

Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Kesabaran juga bermanfaat bagi kita. Dengan sabar dan takwa, Allah menjaga kita dari musuh, melindungi kita dari tipu daya mereka, dan mengembalikan makar dan tipu daya mereka kepada mereka sendiri.

Jadi, sabar dan takwa itu yang menolak tipu daya musuh di bumi; membuka bashirah-bashirah di dalam jiwa dan hati yang terdalam.

Terkait sikap sabar ini, Rasulullah telah bersabda, “Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya.” (HR. Muslim).

Sabar dan syukur, adalah dua tunggangan yang akan mengantar kita meraih kenikmatan, pun surga kelak.. Dengan sabar, duka yang menyesakkan dada akan terasa lapang. Dengan syukur, setiap kenikmatan yang Allah berikan akan dilipatgandakan. Keduanya adalah ciri khas seorang mukmin sejati.

Tapi jangan keliru, sabar bukan berarti berdiam diri. Sabar adalah sebuah proses. Itu sebabnya kenapa ia tak berbatas, dan ujiannya akan terus berlangsung seumur hidup. Tak ada satu insan pun yang terlepas dari ujian ini.

Hidup memang tidak mudah. Namun dengan sabar, segala ketidakmudahan itu Insya Allah akan menjadi indah. Maka bersabarlah duhai qolbu.

Bersabarlah dengan kesabaran yang baik.

#Kota Bekasi 20 Mei 2018, mengisi waktu menjelang sahur. (*/berbagai sumber).