Peace & Love (3); Yatim Piatu & Dhuafa

Oleh: Imam Trikarsohadi)*

Dua tahun saya “mendampingi” sahabat-sahabat di Peace & Love, terutama yang di Kota Bekasi. Saya tiba pada kesimpulan bahwa mereka punya fokus yang terbilang amat serius dalam memperhatikan yatim piatu dan kaum dhuafa.

Sebab itu, tanpa berkata-kata, cukup dalam gumaman dan renungan, saya merasa seperti ditautkan dengan amanah yang tersandang di pundak saya selaku keluarga Keraton Kasepuhan Cirebon. Sebab hal yang sama diamanatkan Sunan Gunung Jati kepada para penerusnya; Ingsun titip tajug lan fakir miskin (Saya titip mushola dan fakir miskin). Penjabaran amanat ini adalah bahwa saya wajib menjadi generasi penerus yang memakmurkan masjid dan peduli/menyayangi yatim piatu dan kaum dhuafa. Dengan demikian antara fokus Peace & Love bertaut dengan amanat yang saya emban, istilah kekiniannya; ketemu jodoh.   

Saya sangat meyakini ihwal beberapa keutamaan besar yang bisa didapat saat menyantuni anak yatim piatu dan kaum dhuafa.

Keutamaan yang bisa didapat dengan menyantuni anak yatim adalah memperoleh kedekatan dengan Rasulullah SAW di surge; sedekat antara jari telunjuk dengan jari tengah.

Selain itu, menyayangi yatim piatu juga dapat melunakkan hati yang keras. Tuhan akan melembutkan hati orang yang menyayangi yatim piatu, dan akan dicukupkan pula segala kebutuhannya. Sebab seseorang yang mengasihi anak yatim maka akan menjadi figur orangtua untuk anak yatim tersebut. Kasih sayang yang dicurahkan pada anak yatim akan melembutkan hati.

"Sukakah kamu, jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi? Kasihilah anak yatim, usaplah mukanya, dan berilah makan dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi.” (HR. Al-Baniy, Shahi Al-Jami’, Abu Darda: 80)

Tuhan juga menjamin bahwa jika kita menyayangi yatim piatu, maka segala kebutuhan hidup kita akan terpenuhi. Jadi, jangan pernah sia-siakan kesempatan untuk menyantuni anak yatim, sebab tidak hanya berguna sebagai jaminan surga di akhirat, namun Tuhan juga sudah menjanjikan akan memenuhi kebutuhan hidup kita, bahkan Tuhan akan melipatgandakan harta bagi hamba yang menyantuni anak yatim.

Berbuat baik dengan menyantuni anak yatim juga akan memperkuat keimanan dan ketaqwaan, mendapat perlindungan di hari kiamat. Bahkan, pahalanya setara dengan melakukan jihad di peperangan dalam membela agama. 

Bukankah Tuhan sangat mencintai perbuatan baik yang meskipun sedikit namun dilakukan secara teratur. Menyantuni atau mengasuh anak yatim adalah sarana untuk menanamkan sifat istiqamah pada diri sendiri dan juga keluarga.

Dan sebab itu,  setiap manusia yang menyayangi anak yatim dengan tulus, maka rumahnya akan berimpah berkah, penuh kedamaian dan cinta.   

Peace and Love. (*/selesai)