ASYIKpreneur?

Oleh: Imam Trikarsohadi)*

Dari mana datangnya inspirasi out of box? Jawabnya dari anak muda. Sebab, imagi, kreatifitas, energi dan daya jelajah anak muda sedang dalam posisi puncak yang nyaris tanpa sekat.

Sebab itu, anak muda tak harus terbelenggu oleh misalnya aneka kekurangan yang melekat dalam dirinya. Lihat Steve Jobs sang pencipta iPad2, perjalanan hidup Steve Jobs muda harus meninggalkan bangku kuliah karena keterbatasan dana dan memilih menjadi wirausaha guna mewujudkan ide-idenya di bidang teknologi informasi. Hasilnya luar biasa, Jobs mampu menciptakan produk-produk sebelum manusia sadar apa yang dibutuhkan.

Produk terakhir karyanya adalah iPad2 yang menjadi tren gadget masa kini. Apa yang dilakukan Jobs memang telah mengubah pola pikir warga dunia. Pasalnya, pemenang dalam kompetisi perdagangan bebas yang sangat ketat saat ini adalah produk yang inovatif dan kreatif.

Mengubah pola pikir masyarakat tidaklah semudah membalik telapak tangan. Apalagi masyarakat Indonesia umumnya, termasuk masyarakat Jawa Barat, bermental ambtenar (menjadi pegawai). Padahal, di tengah ketidakpastian ekonomi serta tingginya jumlah pengangguran, kita butuh orang-orang yang berani berpikir seperti Steve Jobs. Pantang menyerah dan mampu mengubah tantangan menjadi peluang bisnis.

Inilah yang sedang diproses Ahmad Syaikhu selaku calon Wakil Gubernur Jawa Barat. Dan nampaknya, ASYIKpreneur tidak semata berkait dengan program Pilkada. Lebih dari itu, Syaikhu memang sudah berada didalam proses apa yang ia sebut  visi untuk mengubah mental kaum muda Indonesia, khususnya Jawa Barat, agar mereka tidak hanya fokus mencari pekerjaan, sebaliknya bisa menciptakan lapangan kerja dengan berwiraswasta.

Melalui program ASYIKpreneur, Syaikhu optimis mampu mencetak lahan rizki untuk setidaknya  300 ribu kaum muda Jawa Barat. Tak hanya memberikan pelatihan, konsultasi, dan pendampingan, sebab program  ASYIK preneur ini akan juga menjadi katalisator bagi kaum muda yang ingin terjun ke dunia bisnis.

“Mencetak wirausahawan sudah menjadi kebutuhan bangsa ini. Apalagi, daya tampung pegawai negeri sipil (PNS) sangat terbatas. Itu saja sudah menghabiskan 60% dari APBN kita,” kata Ahmad Syaikhu.

Jadi, sangatlah tidak mungkin menghabiskan APBN untuk menampung angkatan kerja di Indonesia. Untuk itu, jika ia diberi amanah memimpin Jawa barat, maka daya dukung Pemerintah Daerah untuk menciptakan wirausaha baru akan dioptimalkan. Selaras dengan itu, ia juga akan menata sedemikian rupa agar iklim usaha benar-benar kondusif, sehingga mampu meningkatkan daya saing Jawa Barat maupun daya saing nasional.

ASYIKpreneur nampaknya merupakan program sistematis yang punya proyeksi jangka panjang dan sustainable. Karena akan dibarengi dengan peningkatan daya dukung infrastruktur serta membabat habis faktor-faktor koruptif   yang menghalangi kemudahan ketika memulai bisnis.

Menurut Syaikhu, pihaknya juga  akan memberikan akses permodalan usaha, perluasan network, dan mendukung pemasaran produk/jasa usaha para pengusaha muda.

"Seluruh rangkaian pelatihan usaha dan bantuan akses permodalan usaha kita lakukan untuk meningkatkan nilai tambah serta aktivitas-aktivitas lainnya yang bisa mengasah kemampuan kewirausahaan mereka. Kami memiliki harapan besar agar pelaku usaha di Jawa Barat dapat sukses dan berdaya di negeri sendiri," tutur Syaikhu.

ASYIKpreneur akan membangun 1.000 titik coworking space yang akan tersebar di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat. Tempat ini akan menjadi pusat informasi serta bisa memfasilitasi para calon pengusaha dan praktisi bisnis untuk saling berbagi dan bertumbuh.

Di ASYIKpreneur, kaum muda Jawa Barat juga mendapatkan pelatihan wirausaha, marketing, financial, atau apa pun yang berkaitan dengan bisnis.

Selama ini, pengusaha yang muncul di Jawa Barat, dan Indonesia pada umumnya, ada yang berasal dari keturunan keluarganya, karyawan yang keluar dan kemudian menjadi pebisnis, dan pengusaha yang belajar dari nol. Jumlah pengusaha kelompok terakhir inilah yang perlu didorong dan dikembangkan lagi.

Untuk itulah melalui ASYIKpreneur, kaum muda diberikan ruang yang cukup agar entrepreneurs berkembang lebih cepat. Selain itu, jika dirinya diberi amanah memimpin Jawa barat, maka keberpihakan (political will) dari Pemprov Jawa Barat untuk dunia usaha akan  ditingkatkan agar pengusaha kecil dapat tumbuh, pengusaha menengah bisa berkembang, dan pengusaha besar dapat menjadi katalisator bagi pengusaha kecil. Pengembangan usaha kecil jangan sampai mematikan pengusaha besar karena semuanya saling bersinergi.

Sistem insentif dan disinsentif perlu direalisasikan untuk menciptakan sinergi tersebut. Misalnya, pengusaha besar yang mau menjadi katalisator bagi pengusaha kecil dengan menampung produk-produk UKM mendapat insentif pajak. Sebaliknya, usaha yang mematikan industri kecil dengan menguasai hulu sampai hilir diberi disinsentif.

Selain itu, pembangunan infrastruktur jangan lagi berdasarkan pemikiran untuk memecahkan masalah, tetapi harus bisa menciptakan sentra ekonomi baru agar wirausahawan di daerah bisa berkembang. Pembangunan jalan tol, misalnya, jangan hanya dipusatkan untuk memecahkan kemacetan, , tetapi perlu harus dibangun jalan tol sampai ke ujung wilayah Jawa Barat.

Tak mustahil, lewat program ASYIKpreneur kelak akan  muncul Steve Jobs dari Jawa Barat yang mampu menaklukan dunia lewat inovasi produk yang spektakuler dan pemasaran yang selain kompetitif juga  punya daya jelajah yang kuat. (*)