Asyik Preneur Targetkan 1000 Titik di Jawa Barat

Kota Bekasi (855.news.com) -- Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Ahmad Syaikhu melakukan Grand Launching Ruang Asyik preneur sebagai wadah bagi komunitas pengusaha di wilayah Jawa Barat. Grand Launching Ruang Asyik berlangsung di Pertokoan Duta Permai, Jalan Raya KH Noer Alie Kalimalang Blok C IV Nomor 19 Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Senin 14 Mei 2018.

Dalam sambutannya, Ahmad Syaikhu mengajak generasi muda agar bergabung dengan Asyik Preneur. Dengan bergabung bersama Asyik Preneur jiwa entrepreneur atau berwirausaha lebih terbuka. Menjadi salah satu solusi pengentasan pengangguran, Ruang Asyik ditarget tersebar di 1000 titik di wilayah Jawa Barat.

"In Shaa Allah bisa tercapai target 1000 titik di Jawa Barat, bikin usaha itu Asyik," kata Syaikhu.

Syaikhu menegaskan, mengais rejeki harus tetap bersemangat dengan cara yang halal. Dia memberikan motivasi kepada para pengusaha muda agar tidak membatasi diri mencari rejeki. "Lebih baik mendapatkan harta yang banyak dengan cara halal, daripada sedikit tapi haram," tegasnya.

Menurutnya, melalui Asyik Preneur pengusaha pemula bisa belajar cara melihat peluang, memulai sebuah usaha, hingga pengembangan dan memasarkan produk usahanya.

Sementara itu, Presiden Asyik Preneur Ahmad Baidillah Thariq Barra menambahkan, di Ruang Asyik Preneur dilengkapi sejumlah fasilitas 'co-working space' atau ruang kerja bersama sebagai sebuah ekosistem baru untuk menggagas ide usaha dan memperluas jaringan pasar. Bangunan ruko dua lantai ini menyediakan ruang kreatif berikut fasilitas memadai berupa kecepatan sambungan internet, meja kerja, ruang pertemuan, mushola dan lainnya.

"Dengan hadirnya Co-Working Space ini, saya jadi bisa bertemu antarpengusaha, yang sudah besar dan pengusaha baru bisa berkomunikasi sehingga kami bisa saling berbagi," kata dia.

Menurut dia, co-working space merupakan sebuah ekosistem baru yang tengah menjadi trend positif di kalangan masyarakat muda yang berambisi menjadi seorang pengusaha sukses. "Fasilitas ini menjadi ruang kreatif, di mana orang yang punya kreativitas tinggi bisa saling berinteraksi untuk saling berkolaborasi, berbagi inspirasi dan bersinergi untuk bisa sukses bersama," katanya.

Kehadiran Ruang Asyik telah menjawab satu dari sejumlah tantangan pengusaha pemula yang saat ini tengah dihadapi dengan berbagai persoalan untuk merealisasikan gagasannya dalam dunia usaha.

"Selama ini kami kesulitan dalam mengakses sebuah tempat yang didalamnya berkumpul para pengusaha, permasalahan itu sudah terjawab solusinya melalui kehadiran ruang Asyik ini," katanya.

Ditempat yang sama, Pengusaha Muslim Imam Muhajirin Elfahmi selaku owner dari bisnis kuliner Amazy Resto menilai mulai bermunculannya co-working space di berbagai daerah di Jawa Barat diproyeksikan menjadi embrio atas lahirnya beragam produk nasional yang mampu bersaing dalam skala internasional.

"Yang terpenting ada tiga hal untuk para pebisnis pemula yang perlu diterapkan, pertama mental bisnis yang tangguh, mampu berinovasi membuat produk pasar dan prinsip kepemimpinan yang baik," katanya.

Kehadiran co-working space, kata dia, perlu dibarengi dengan bimbingan dari para pengusaha handal untuk berbagi pengalamannya. "Bimbingan ini menjadi sebuah keharusan agar para pelaku usaha 'start up' ini bisa mengarah pada pertumbuhan usaha yang baik, tidak hanya sekadar tempat nongkrong," katanya.

Tiga Prioritas

Ahmad Syaikhu menambahkan, ada tiga sektor usaha yang bakal menjadi prioritas peningkatan ekonomi masyarakat Jawa Barat.

Sektor usaha yang pertama adalah sektor teknologi, seperti desain grafis, fotografi, hingga dunia fashion. Kedua, Asyik Preneur juga menyasar wilayah pertanian untuk membantu pemuda yang kesulitan memasarkan hasil pertanian.

“Bagaimana mengembangkan teknologi pascapanen, misalnya memasarkan dengan online, jalur pasar untuk daerah pertanian,” ujar Syaikhu.

Sementara yang ketiga adalah sektor perikanan. Pada sektor pertanian tidak saja fokus pada industri perikanan saja, tetapi juga garam.

Syaikhu mengungkapkan adanya peluang besar industri garam di wilayah Jawa Barat. Pesisir pantai yang panjang membentang di Jawa Barat seharusnya dioptimalkan untuk produksi garam.

“Ada pengusaha yang kreativitasnya muncul, memproduksi garam tanpa terpengaruh cuaca. Jadi meskipun musim hujan masih bisa tetap memproduksi garam,” katanya. (ton).