BNI Stop Kredit KPR untuk Nasabah Meikarta

Jakarta (855.news.com) -- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) akan menghentikan sementara penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk nasabah baru proyek apartemen Meikarta, menyusul skandal suap terkait proyek tersebut.

Direktur Ritel Banking BNI Tambok Simanjuntak mengatakan penghentian penyaluran KPR untuk pembelian apartemen Meikarta bagi nasabah baru hanya bersifat sementara. Perseroan akan menunggu kejelasan dari kelanjutan proyek Meikarta yang kemungkinan terimbas kasus dugaan suap Bupati Bekasi terkait pengadaan lahan proyek tersebut.

"Untuk kedepannya tentu dengan adanya kasus ini, untuk nasabah baru tentu kita tidak bisa proses dahulu sampai proses hukumnya selesai, paling tidak ada titik temu mau kemana (proyek Meikarta)," katanya di Jakarta, Kamis 17 Oktober 2018.

Tambok menuturkan nasabah BNI yang memiliki KPR untuk apartemen Meikarta sebanyak 200 debitur dengan total kredit sebesar Rp50 miliar. Pihaknya, menurut dia, juga akan meninjau ulang (review) aspek hukum atas kredit tersebut untuk mencari solusi yang tepat bagi para debitur. Hingga saat ini, menurut dia, pembayaran kredit para debitur masih berstatus lancar. 

"Tentu tim legal akan mencari penyelesaiannya seperti apa untuk debitur eksisting, sedangkan yang akan mengambil tentunya akan kita stop dahulu," kata Tambok.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Manajemen Risiko BNI Bob Tyasika Ananta menjelaskan kredit tersebut sangat kecil dibandingkan porsi penyaluran kredit BNI. Pada kuartal III 2018 ini, BNI telah menyalurkan kredit sebesar Rp.487,04 triliun meningkat Rp65,64 triliun atau setara 15,6 persen dari posisi Rp421,41 triliun pada kuartal III 2017.

"Jangan lihat angkanya, tapi konteks dari angka yang disebutkan dari total eksposure KPR kita Cuma 0,00001 persen, jadi memang kecil sekali," jelasnya. (*/it)