Presiden : Buka Investasi Seluas-luasnya

Bogor (855.news.com) -- Presiden Joko Widodo menegaskan akan membuka investasi seluas-luasnya karena dapat berpengaruh pada lapangan pekerjaan. Investasi berguna untuk pembukaan lapangan pekerjaan seluas-luasnya.

"Jangan ada yang alergi terhadap investasi. Karena dengan inilah lapangan kerja terbuka sebesar-besarnya," kata Presiden saat menyampaikan Visi Indonesia dalam Syukuran Nasional 2019 di Sentul International Convention Center (SICC), Minggu (14/7).

Sebab itu, kata Presiden, hal-hal yang menghambat investasi akan dipangkas. Dia mencontohkan hal itu terkait dengan perizinan yang lambat, berbelit hingga dugaan pungutan liar.

Presiden pun bertekad akan mengejar pihak yang menghambat investasi di Indonesia. Hal itu terkait dengan perizinan yang lambat, berbelit hingga dugaan pungutan liar. Ia bahkan menyatakan tak akan segan untuk menghajar langsung pihak yang menghambat tersebut.

"Perizinan yang lambat, berbelit-belit, apalagi yang ada punglinya. Hati-hati, hati-hati, ke depan saya pastikan akan saya kejar, saya kontrol, akan saya cek, dan akan saya hajar," ujar Jokowi.

Menurutnya dengan tidak adanya hambatan itu investasi pemerintah dapat lebih mudah untuk membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Menurutnya, hal-hal yang menghambat investasi akan dipangkas.

"Tidak ada lagi hambatan-hambatan investasi karena ini adalah kunci membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya," ucapnya. 

Dalam pidatonya ini Jokowi juga menyampaikan sejumlah visi seperti akan tetap membangun infrastruktur dan prioritas pembangunan sumber daya manusia.

Jokowi juga berjanji akan membubarkan lembaga-lembaga negara yang dinilai tak efektif bekerja. Sementara untuk APBN, Jokowi berjanji akan menggunakannya secara fokus dan tepat sasaran.(*/im).