Mall di Kota Bekasi Bertahap Mulai Dibuka

Kota Bekasi (855.news.com) -- Beberapa mall di Kota Bekasi mulai dibuka secara bertahap pada masa adaptasi new normal ( kenormalan baru).

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, mall di Kota Bekasi telah siap beroperasi dengan mengedepankan protokol Covid-19.

“Secara umum, para pengelola mall sudah siap dengan berbagai inovasi dan kreativitas kebiasaan baru," kata Rahmat dalam siaran pers, Jumat (5/6/2020).

Dijelaskan Rahmat, setidaknya sudah ada  ada 14 mal yang mulai beradaptasi dengan kondisi normal baru.

 “Saya sudah cek ke Plaza Cibubur, Revo, Summarecon, APG," paparnya.

Menurut dia, manajemen mall di Kota Bekasi telah mempersiapkan diri menuju new normal, misalnya, mewajibkan pengunjung menggunakan masker, menyiapkan tempat cuci tangan, pengecekan suhu tubuh kepada pengunjung, mulai diterapkan pengelola mall.

“Mall juga mempersiapkan petugas di setiap pintu dan mengimbau pengunjung untuk melakukan protokol kesehatan untuk masuk ke mal," urainya.

Pihak Pemkot Bekasi, kata Rahmat, akan terus mengevaluasi aktivitas di mall. Jika tidak ada perkembangan kasus Covid-19 yang melonjak ketika adaptasi new normal , maka Pemkot akan membuka keseluruhan mall.

Wali Kota juga telah mempertimbangkan beberapa sektor usaha yang tidak boleh beroperasi dahulu pada masa adaptasi new normal di Bekasi.

“Yang masih saya pertimbangkan adalah spa, itu masih ada diskusi dengan Ketua dokter Covid Kota Bekasi karena ada kontak fisik langsung. Sama seperti  ojek online, itu yang masih saya pertimbangkan,” ucap Rahmat.

Dijelaskan Rahmat, keputusan memberika izin sebagian mal untuk beroperasi disebut Rahmat sebagai salah satu upaya menggerakkan kembali roda perekonomian serta menekan angka pemutusan hubungan kerja akibat pandemi Covid-19 di Kota Bekasi.

Dengan beroperasinya mall, diharapkan pula setoran pajak akan kembali mengisi pendapatan asli daerah (PAD).

 "Perkembangan ekonomi, pertama jangan sampai orang sudah dirumahkan di-PHK, terus orang yang sudah PHK nambah. Karena saya juga butuh pajak daerah,” pungkasnya.(*/im).