25% pelaku usaha belum taati protokol kesehatan

Kota Bekasi, Jawa Barat (855.news.com)--Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi melakukan giat monitoring,kontrol dan sosialisasi kepada setiap pelaku usaha, tempat hiburan dan usaha jasa kepariwisataan lainnya.

Dari hasil monitoring didapatkan dari tanggal 18 - 26 Juni terhadap 505 pelaku usaha, sebanyak 127 atau 25,14% pelaku usaha belum menjalankan protokol kesehatan dan didominasi dari tempat makan/restoran.

Berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Bekasi Nomor 556/Kep.337-Disparbud/V/2020 Tentang Petunjuk Teknis Tatanan Hidup Baru Pada Kegiatan Tempat Hiburan dan Usaha Jasa Kepariwisataan Lainnya Pasca Pencegahaan dan Pengendalian Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Bekasi, tempat hiburan dan pelaku usaha jasa kepariwisataan lainnya diizinkan buka namun dengan menerapkan protokol kesehatan yang telah di tetapkan seperti menggunakan masker, pengecekan suhu tubuh, menjaga jarak aman dan social distancing.

Dengan mengacu pada Kepwal tersebut Pemerintah Kota Bekasi telah melakukan sosialisasi dan monitoring di sejumlah tempat diantaranya, rumah makan/restoran,hotel,tempat permainan anak, karaoke, spa/refleksi, fitnes dan salon.

Terkait hal ini, langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Bekasi adalah dengan menghimbau dan memberikan peringatan secara tertulis, namun apabila masih belum mengindahkan dan mengikuti protokol kesehatan yang telah ditentukan, maka tindakan selanjutnya ada penyegelan tempat usaha tersebut.

Dengan begitu Pemerintah Kota Bekasi berharap kepada seluruh masyarakat dalam masa adaptasi Tatanan Hidup Baru (New Normal) ini dapat disiplin dan selalu mengikuti SOP Protokol Kesehatan guna memutus rantai penyebaran Covid 19. (cw)