District Governor 307 A 1 Indonesia Lions Club Bantu Korban Gempa Lombok

Jakarta (855.news.com) -- District Governor 307 A 1 Indonesia Lions Club mengirim bantuan kepada korban gempa Lombok berupa tenda,  makanan dan kebutuhan bayi seberat dua ton.

Pengiriman bantuan dipimpin  Prof. Dr. Sylviana Murni beserta 20 anggota dari Lions Club menggunakan Pesawat Hercules TNI AU dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Senin 13 Agustus 2018 sekitar Pukul 06.00 Wib. Turut diangkut berbagai bantuan serupa dari beberapa pihak di Jakarta.

“Lions Club telah berkoordinasi dengan Pemda NTB, termasuk dengan Tuan Guru Bajang selaku gubernur. Kami juga komunikasi dengan Kesbangpol serta pihak lainnya, sehingga bantuan tersalurkan dengan baik,” kata  Prof. Dr. Sylviana Murni.

Menurut dia, Lions Club juga berdialog dengan para korban gempa di lokasi. Salah satu yang sangat diharapkan para korban adalah kembali di tempat tinggalnya masing-masing.  

“Aspirasi para korban akan kami support seoptimal mungkin, dan kami akan membantu merealisasikannya, baik itu perbaikan rumah tiggal, tempat ibadah dan sarana prasarana lainnya yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Sylviana.

Sebagaimana keterangan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho bahwa  sebaran korban meninggal dunia berada di Kabupaten Lombok Utara 374 orang, Lombok Barat 37 orang, Kota Mataram 9 orang, Lombok Timur 12 orang, Lombok Tengah 2 orang dan Kota Lombok 2 orang.

"Jumlah 436 orang meninggal dunia tersebut adalah korban yang sudah terdata oleh Kepala Desa dan babinsa. Korban yang sudah terverifikasi dan ada surat kematian di Dinas Dukcapil tercatat 259 orang. Sisanya dalam proses administrasi di Dinas Dukcapil masing-masing kabupaten. Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan roboh saat gempa," kata Sutopo.

Berdasar data dari Posko Tanggap Gempa Lombok pada 13/8/2018, pengungsi tercatat 352.793 orang. Sebaran pengungsi terdapat di Kabupaten Lombok Utara 137.182 orang, Lombok Barat 118.818 orang, Lombok Timur 78.368 orang, dan Kota Mataram 18.368 orang.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Muhadjir Effendy mengatakan, terdapat 553 sekolah yang rusak akibat gempa di Lombok, mulai dari kerusakan ringan sampai berat. (*/im)