Kriteria Wagub DKI Menurut Gubernur Anies

Jakarta (855.news.com) -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan beberapa kriteria kandidat Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno. Salah satunya, harus mau bekerja keras untuk memimpin Jakarta.

"Di Jakarta harus mau kerja, harus kerja, kerja tuntas dan siap untuk all out tidak memikirkan lain-lain. jadi, harus benar-benar konsentrasi untuk bekerja di Jakarta," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Kamis 20 September 2018.

Selain itu, Anies juga berharap agar sosok yang nantinya menduduki kursi DKI 2 tidak menjadikan Jakarta sebagai arena politik, tetapi sebagai tempat untuk bekerja.

"Jakarta tidak dipandang sekadar arena politik karena disorot banyak, tapi dipandang sebagai tempat bekerja membuat perubahan di Jakarta," tuturnya.

Anies berharap agar wagub tersebut juga mempunyai visi misi yang sama dengan dirinya, yakni menciptakan kesetaraan dan keadilan sosial di Jakarta. Kesamaan visi misi ini menjadi penting, sebab akan berpengaruh pada jalannya pemerintahan di Jakarta.

"Jangan sampai di tengah jalan pengganti wakil itu tidak memiliki visi sama dengan janji gubernur," ujar Anies.

Sementara itu, Mantan calon Wakil Gubernur Jawa Barat Ahmad Syaikhu yang direkomendasikan PKS menggantikan Sandiaga Uno menyatakan siap bekerja all out membantu tugas-tugas Gubernur Anies Baswedan jika kelak dirinya terpilih mendampingi Anies memimpin Jakarta. 

"In Sya Allah ya saya siap mendampingi Pak Anies," kata Syaikhu, Kamis 20 September 2018.

Ia pun berharap jika nantinya terpilih bisa mendukung dan menjalankan program yang telah dibuat oleh Anies-Sandi untuk warga Jakarta.

"Mudah-mudahan bisa memajukan Jakarta," katanya.

Lebih jauh Syaikhu menjelaskan bahwa Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto  telah menyerahkan posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta yang ditinggalkan Sandiaga Uno kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Pak Prabowo juga sudah menyerahkan ke PKS," kata ujarnya.

Karena Prabowo telah menyerahkan ke PKS, kata Syaikhu, PKS pun langsung melakukan seleksi di kalangan kadernya. Seleksi dilakukan untuk mencari siapa kader yang paling tepat untuk duduk di kursi DKI 2.

Dari hasil seleksi itu, sambung Syaikhu, muncullah nama dirinya dan Sekretaris Umum DPW PKS DKI Jakarta Agung Yulianto.

"Lalu muncul nama saya dan Pak Agung," ujarnya.(*/it).