Presiden Jokowi Bereaksi atas Pembunuhan Puluhan Pekerja Proyek Jalan di Papua

Jakarta (855.news.com) -- Presiden RI Joko Widodo mengatakan sudah memerintahkan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian untuk menyelidiki kasus pembunuhan puluhan pekerja PT Istaka Karya di Kabupaten Nduga, Papua. Soalnya, informasi terkait kasus pembunuhan pekerja proyek jembatan itu terbilang simpang siur.

Presiden mengaku mengenal medan Kabupaten Nduga yang terjal dan minim akses komunikasi. Oleh karenanya, ia meminta detail kasus itu terkonfirmasi terlebih dulu.

"Di Nduga itu tidak ada sinyal, sehingga ini masih perlu dikonfirmasi di sana, apakah betul kejadiannya seperti itu. Saya tadi pagi sudah perintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk dilihat dulu karena ini masih simpang siur," kata Jokowi di Jakarta, Selasa 4 Desember 2018.

Jokowi mengatakan pembangunan infrastruktur di Papua memang rentan dengan masalah keamanan. Karena itu, pengamanan ekstra dibutuhkan demi menjalankan proyek infrastruktur di Papua, seperti melibatkan unsur TNI. 

Itu pun sebetulnya sudah dilakukan pemerintah ketika akan mengerjakan proyek konstruksi di Papua. Oleh karena itu, sambung pria yang pernah mengendarai sepeda motor trail saat meninjau proyek infrastruktur di Papua itu menegaskan pemerintah tak akan gentar dengan insiden ini.

"Pembangunan infrastruktur di Papua terus berlanjut. Kita tidak takut dengan hal seperti itu. Tapi kita tahu, pembangunan di tanah Papua medannya sangat sulit dan masih ada gangguan keamanan seperti itu," ucapnya.

Pembunuhan terhadap para pekerja proyek Istaka Karya terjadi pada hari Minggu 2 Desember 2018 di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi Kabupaten Nduga. Pembunuhan ini diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). 

Awalnya, dilaporkan 24 pekerja tewas dibunuh KKB dan 10 lainnya berhasil melarikan diri. Pekerja yang melarikan diri itu diamankan tokoh masyarakat setempat.

Kronologis Pembunuhan

Kepolisian Daerah (Polda) Papua menerima informasi perihal pembunuhan puluhan pekerja proyek jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Kabupaten Nduga, pada akhir pekan lalu. Polda Papua dan TNI telah mengirimkan tim untuk mengevakuasi para korban.

Kapolda Papua Irjen Martuani Sormin mengatakan Selasa pagi ini 4 Desember 2018, diberangkatkan kembali anggota ke sana. Sebelumnya, kemarin telah dikerahkan personel gabungan ke lokasi. Namun, katanya, akibat jalan dihalangi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dengan pohon-pohon di sepanjang jalan, akhirnya tim pun kembali ke Wamena.

Pembunuhan itu diduga terjadi pada Minggu 2 Desember 2018, sementara polisi menerima laporan sekitar pukul 15.30 WIT, Senin 3 Desember 2018).

Dari data yang diterima kepolisian, disebutkan 31 orang tewas dibunuh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). 

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan KKB membunuh 24 orang pada hari pertama, sementara delapan orang berhasil menyelamatkan diri. 

Namun, KKB kemudian menangkap lagi delapan yang selamat dan tujuh pekerja dibunuh. Satu orang yang selamat belum ditemukan dan tidak diketahui apakah berhasil melarikan diri.

Sebelum ada laporan pembunuhan tersebut, berdasarkan keterangan dari Kamal, pada 1 Desember 2018 sekitar pukul 20.30 WIT, manajer proyek PT Istaka Karya paket pembangunan jembatan Habema-Mugi, Cahyo, menerima telepon dari nomor seluler yang biasa dipegang koordinator lapangan, Jhoni. 

Namun, Cahyo mengaku tak paham maksud pembicaraan orang yang menelepon tersebut.

Di satu sisi, sebelum telepon tersebut, diketahui komunikasi terakhir dengan Jhoni yang sedang melaksanakan pembangunan jembatan di Kali Aurak, Kali Umtlat, Kali Yigi, Kali Nigidirik Distrik Yigi Kabupaten Nduga adalah via pesan singkat pada 30 November 2018 lewat Monang Tobing, petugas PPK Satker PJN IV PU Binamarga.

Setelah menerima laporan pembunuhan, pada 3 Desember 2018 pukul 15.30 WIT, personel gabungan TNI dan Polri yang dipimpin Kabag Ops Polres Jayawijaya AKP RL Tahapary bergerak dari Wamena menuju Distrik Yigi Kabupaten Nduga. 

Namun, saat tiba di kilometer 46, tim bertemu dengan salah satu mobil dari arah Distrik Mbua dan menyampaikan untuk tim segera balik kanan karena jalan diblokir KKB.

"Belum dapat dipastikan penyebab pembunuhan terhadap puluhan karyawan PT Istaka," ujar Kapolda Papua Irjen Sormin.(*/im).