Tim Mawar Tak Terlibat Kerusuhan 22 Mei 2019

Jakarta (855.news.com) -- Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko menyatakan tidak ada keterlibatan Tim Mawar dalam kerusuhan yang terjadi pada 21-22 Mei lalu. Ia meminta publik tak lagi mengaitkan kerusuhan dengan Tim Mawar.

"Jangan bicara Tim Mawar lagi. Dalam kerusuhan sekarang ini tidak ada Tim Mawar," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/6).

Ditegaskannya, penyebutan Tim Mawar pada situasi saat ini tidak tepat karena dikhawatirkan hanya memberikan kerancuan dalam proses pengungkapan masalah. Sementara proses penyelidikan masih terus dilakukan oleh Kepolisian.

"Jangan lagi menyebut Tim Mawar, nanti merancukan situasi. Kalau perorangannya kami tidak tahu, nanti polisi yang lebih tahu dari hasil penyidikan," katanya.

Hal yang sama disampaikan Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu. Ia tak setuju bila Tim Mawar dikaitkan atau dikatakan terlibat dalam peristiwa kerusuhan 22 Mei.

"Sudahlah Tim Mawar itu sudah beberapa puluh tahun, sudah selesai dan jangan dibawa-bawa lagi. Luka lama jangan dibawa-bawa lagi," katanya.

Penolakan juga disampaikan oleh mantan Komandan Tim Mawar Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, Mayjen (Purn) Chairawan. Ia juga sempat menyatakan kekecewaan kepada Majalah Tempo yang memilih diksi 'Tim Mawar' dalam laporannya soal dugaan keterlibatan salah satu anggota tim tersebut dalam peristiwa kerusuhan 22 Mei.

Chairawan menegaskan bahwa Tim Mawar Kopassus TNI AD sendiri sudah bubar sejak 1999 silam. Oleh karena itu, ia keberatan bila Tim Mawar kembali dikaitkan dalam laporan majalah tersebut.

"Tim mawar kan sudah bubar. Itu kan menyudutkan berarti. Tahun 1999 sudah bubar. Kalaupun ada, itu kan personil, anggota. Enggak mungkin satu orang dibilang tim atau dua disebut tim. Tim itu banyak," ujarnya.

Tim Mawar merupakan tim yang disebut bertugas untuk melakukan penculikan terhadap aktivis pada 1997-1998. Tim Mawar disebut kembali setelah Majalah Berita Mingguan (MBM) Tempo edisi 10 Juni 2019 mengungkap keterlibatan salah seorang mantan anggota Tim Mawar, yakni Fauka Noor Farid.

Kendati pejabat pemerintahan enggan menyebut Tim Mawar, namun pihak Kepolisian mengaku tengah mendalami keterlibatan mantan anggota Tim Mawar dalam kerusuhan yang terjadi pada 21-22 Mei lalu.

"Sehubungan dengan adanya keterlibatan salah satu tim begitu, istilahnya, itu sedang dilakukan pendalaman," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum (KabagPenum) Divisi Humas Polri, Kombes Asep Adi Saputra(*/im)