Pemberlakuan PSBB Tahap III Kota Bekasi Berikut Sanksinya

Kota Bekasi (855.news.com) -- Pemerintah Kota Bekasi resmi memperpanjang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap ketiga mulai Kamis 14 Mei hingga 26 Mei 2020.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan, pemberlakuan PSBB tahap III disertai dengan sanksi administratif pun berlaku bagi yang melanggar aturan PSBB.

Payung hukum perihal sanksi itu berdasarkan Perwal Kota Bekasi Nomor 29 Tahun 2020 yang terbit Hari Kamis 14 Mei 2020, mulai berupa teguran lisan, sanksi sosial, dan denda dengan nilai hingga puluhan juta, sampai penyegelan tempat usaha.

"Kita perketat lagi usaha pemutusan mata rantai di PSBB Tahap III, dengan tambahan personel dari Polres, Kodim dan Pemerintah Kota Bekasi, serta ada sanksi bagi pelanggar," papar Wali Kota Bekasi.

Adapaun jenis pelanggaran yang dikenai sankis sebagai berikut:

  1. Warga tidak pakai masker saat keluar rumah.

– Teguran lisan atau tertulis.

– Wajib membersihkan fasilitas umum.

– Denda maksimal Rp250 ribu.

  1. Institusi pendidikan menggelar kegiatan belajar.

– Teguran tertulis.

  1. Menggelar aktivitas kerja pada bidang usaha yang dilarang beroperasi saat PSBB.

– Penyegelan tempat kerja.

– Denda maksimal Rp10 juta.

  1. Bidang usaha yang diperbolehkan beroperasi tidak menjalankan protokol kesehatan.

– Teguran tertulis.

– Denda maksimal Rp.50 juta.

  1. Tempat makan yang melayani makan di tempat dan/ atau tidak menerapkan protokol kesehatan.

– Penyegelan tempat makan.

– Denda maksimal Rp10 juta.

  1. Hotel yang membiarkan kegiatan berkerumun; tidak menutup fasilitas yang menciptakan kerumunan; dan tidak menerapkan protokol kesehatan.

– Penyegelan hotel.

– Denda maksimal Rp50 juta.

  1. Tempat hiburan dan kepariwisataan yang masih beroperasi atau tidak menerapkan protokol kesehatan.

– Penyegelan tempat hiburan.

– Denda maksimal Rp.50 juta.

  1. Usaha konstruksi tidak membatasi jumlah pekerja atau tidak menerapkan protokol kesehatan.

– Teguran tertulis.

– Denda maksimal Rp.50 juta.

– Penyegelan kegiatan konstruksi (jika masih melanggar).

  1. Rumah ibadah yang menyelenggarakan kegiatan keagamaan.

– Teguran tertulis.

  1. Melakukan kegiatan di tempat umum dengan jumlah peserta lebih dari lima orang.

– Teguran lisan dan teguran tertulis.

– Wajib membersihkan fasilitas umum.

– Denda maksimal Rp.250 ribu.

  1. Menggelar kegiatan sosial dan budaya di tempat umum.

– Kerja sosial.

– Denda maksimal Rp.10 juta.

  1. Pusat perbelanjaan yang melanggar pembatasan jam operasional.

– Teguran tertulis.

– Penyegelan tempat usaha (apabila masih melanggar).

  1. Jumlah penumpang mobil pribadi melebihi 50 persen kapasitas mobil.

– Denda maksimal Rp1 juta.

– Wajib membersihkan fasilitas umum.

– Mobil ditahan di kantor kelurahan atau kantor kecamatan selama 1 x 24 jam.

  1. Pemotor yang membonceng penumpang tidak satu KTP atau tidak mengunakan masker.

– Denda hingga Rp.250 ribu.

– Wajib membersihkan fasilitas umum.

– Kendaraan ditahan 1 x 24 jam.

  1. Ojol yang melanggar ketentuan membawa penumpang.

– Denda maksimal Rp150 ribu.

– Wajib membersihkan fasilitas umum.

– Kendaraan ditahan 1 x 24 jam.

  1. Angkutan barang dan angkutan umum yang membawa kapasitas di atas 50 persen, tidak menggunakan masker dalam kendaraan, dan/ atau tidak mengindahkan jam operasional.

– Denda maksimal Rp.500 ribu.

– Wajib membersihkan fasilitas dan sarana umum.

– Kendaraan ditahan.

Wali Kota Bekasi berharap dengan adanya perpanjangan PSBB ini, semakin meningkat kesadaran untuk Wrga Kota Bekasi. Ihwal adanya sanksi tegas agar warga memahami akan bahayanya wabah ini, sehingga putuslah mata rantai penyebaran Covid 19 di Kota Bekasi.

Dijelaskannya, pada PSBB tahap I tidak efektif dan banyak sekali pelanggaran yang dijumpai di 32 titik perbatasan di Kota Bekasi. PSBB tahap II, mulai berjalan secara efektif dan ini berkat koordinasi untuk turun ke wilayah hingga turun ke RW dan RT.

"Lihat saja di web Corona Kota Bekasi, jumlah positif sudah banyak, dan kita terus mentracking keluarga terdekat pasien positif agar segera ditindak, beberapa tes PCR kita sebar di titik PSBB, termasuk stasiun dan juga di pasar- pasar yang ada di Kota Bekasi, dan menghasilkan terpapar positif," pungkas Rahmat Effendi.

Kesepakatan perpanjangan PSBB tahap III juga di berlakukan sama di Kota/Kabupaten lain di Provinsi Jawa Barat, dengan harapan tidak adanya perpanjangan lagi dan kesadaran dari warga akan bahaya wabah ini. (*/im).