Empat Poin Resolusi Penanganan Corona

Jakarta (855.news.com) -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan empat poin penting resolusi hasil pertemuan tahunan yang digelar secara virtual selama dua hari untuk menangani pandemi virus corona (Covid-19).

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan resolusi tersebut menetapkan peta jalan dan tindakan penting yang harus diambil untuk mempertahankan dan mempercepat respons di tingkat nasional maupun internasional.

“Resolusi ini menggarisbawahi peran kunci WHO dalam mempromosikan akses kepada teknologi kesehatan yang aman dan efektif untuk memerangi pandemi. Semua negara-negara anggota berkomitmen untuk mengatasi semua hambatan akses universal ke vaksin, diagnostik, dan terapi," kata Tedros dalam jumpa pers yang digelar secara daring, Rabu 20 Mei 2020.

Tedros menyebutkan empat poin resolusi itu. Pertama, bahwa ada prioritas global untuk memastikan distribusi yang adil dari semua teknologi kesehatan yang secara esensial diperlukan untuk mengatasi pandemi Covid-19.

Kedua, perjanjian internasional yang relevan harus dimanfaatkan jika diperlukan, termasuk ketentuan perjanjian TRIPS.

Ketiga, vaksin Covid-19 harus diklasifikasikan sebagai barang publik global untuk kesehatan dalam rangka mengakhiri pandemi.

Keempat, kolaborasi untuk mempromosikan sektor swasta dan penelitian dan pengembangan yang didanai pemerintah harus didorong. Ini termasuk inovasi terbuka di semua domain yang relevan dan berbagi semua informasi yang relevan dengan WHO.

"Respons kolaboratif yang penting bagi resolusi ini adalah platform teknologi Covid-19 yang diusulkan oleh Kosta Rika, yang akan kami luncurkan pada tanggal 29 Mei, yang bertujuan untuk mengatasi hambatan akses terhadap vaksin, obat-obatan, dan produk kesehatan lainnya yang efektif. Kami meminta semua negara untuk bergabung dengan inisiatif ini," ujar Tedros.

Tedros menyambut suka cita WHO telah membuat agenda penelitian dan pengembangan yang dipetakan pada Februari lalu. Peta jalan itu, sekarang telah memunculkan uji coba solidaritas, yang kini mencakup 3.000 pasien di 320 rumah sakit di 17 negara dan akses peralatan terkait Covid-19. (*/im)