Artis RSB Rilis Album Campursari

Kota Bekasi (855.news.com) -- Artis Radio Suara Bekasi, Yanti Wijaya Kusuma merilis album baru dalam bulan Mei ini dengan genre irama Campursari yang  bertajuk; Aku Ra Sanggup. Ini kali kedua Yanti meliris album, setelah pada Tahun 2009 lalu melrisi album berjudul Suminten.

Artis yang sejak pertengahan 2017 bergabung dengan manajemen musik Radio Suara Bekasi (RSB 855 Band) ini memang ditunjang wawasan berkesenian yang mumpuni, karena ia jebolan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.    

"Ia memang dia sudah berbakat dari sononya, di RSB 855 Band, ia memperkaya daya jelajah bermusik kami. Yanti dan para player acapkali mengulik lagu campursari yang dibikin rock, atau lagu rock dan pop yang dicampursarikan. Ini yang bikin ciri khas RSB 855 Band," kata Direktur Utama Radio Suara Bekasi, Imam Trikarsohadi yang juga seorang rocker dengan nama Kanjeng Doddy ini.

Sementara itu ketika ditanya wartawan, yanti Wijaya Kusuma menjelaskan bahwa tiga lagu barunya adalah “Kisruh” yang bercerita tentang pertikaian sepasang kekasih, “Ora Sanggup” yang menceritakan tentang jeritan hati seorang perempuan yang tidak sanggup lagi menjalin hubungan dengan kekasihnya, dan “Layang Tresno” tentang surat cinta yang tidak kunjung datang.

Lagu tersebut adalah ciptaannya sendiri. Perempuan asli Wonogiri itu mengakui, lagu-lagunya itu terinspirasi dari realita kehidupan sehari-hari.

“Saya terinspirasi dari melihat kejadian yang saya saksikan sendiri, akhirya saya menuliskan lagu,” katanya.

Saat ditanya kenapa ia masih mau meluangkan waktu untuk berkesenian di tengah-tengah kesibukannya sebagai pebisnis, Yanti yang juga berprofesi sebagai pelatih tari itu, mengaku khawatir budaya lokal ditinggalkan.

"Saya lalu cari manajemen artis yang punya wawasan musiknya dasyat, dan melalui sebuah organisasi sosial saya bertemu babeh (Imam Trikarsohadi) yang selain dikenal sebagai rocker markotop juga budayawan. Kami diskusi dan cocok,gabung deh," paparnya.

Menurut Yanti, ia berlatih rutin dengan RSB 855 Band tiap pekan, dan perform regular setidaknya dua kali sebulan. Di tempat ini, wawasannya dalam bermusik dan berkesenian seperti menemukan jodoh, dan semakin luas.

"Saya dibesarkan di keluarga yang menjunjung tinggi adat dan budaya, saya juga sejak kecil sudah aktif berkesenian. Saya merasa punya tanggungjawab untuk menjaga budaya,” terangnya.

Ditambahkannya,mini album tersebut sedang dalam penggarapan yang sebentar lagi akan dilaunching.

“Dengan harapan dapat diterima oleh masyarakat Kabupaten Wonogiri khususnya dan pencinta musik umumnya,” tutupnya.(it).

 

 

a. (red)