Ahmad Syaikhu; Optimalkan sentra industri kain rajut dengan bantuan BUMD

Bandung (855.news.com) -  Cawagub Jabar Ahmad Syaikhu berjanji akan mengembangkan sentra industri kain rajut. Dia optimistis pangsa pasar kain rajut masih tinggi, baik di dalam negeri maupun ekspor 

Syaikhu menyampaikan hal itu saat berkunjung ke sentra industri kain rajut di Gang Masjid, Jalan Ibrahim Adjie, Kelurahan Binong Jati, Kecamatan Batununggal,Bandung, Jawa Barat, Selasa 20 Februari 2018 siang.

Pada kesempatan itu,  Syaikhu mencermati secara seksama proses pembuatan kain rajut di tiga lokasi. Sebelum masuk ke industri rumahan, ia sempat mendapat kenang-kenangan berupa syal rajut berlambang bendera Palestina.

"Kita ke depan akan kembangkan. Saya Insya Allah berusaha memperbaiki agar bisa survive dan bisa meningkatkan kesejahteraan warga," ucap Syaikhu.

Syaikhu menuturkan masih ada permasalahan dalam mengembangkan bisnis kain rajut. Salah satunya dari penyediaan bahan baku.

Menurut Syaikhu, ketersediaan bahan baku kain rajut masih sulit didapat. Kalaupun ada, sambung dia, harga yang dijual di pasaran tidak kompetitif.

"Ketika bahan baku ini tidak kompetitif, ini juga kurang menarik keuntungannya," papar Syaikhu.

Meski begitu, Syaikhu tetap optimistis pangsa pasar kain rajut masih tinggi dan banyak diminati oleh masyarakat. 

Oleh karena itu, Cawagub dari pasangan nomor urut 3 ini bertekad untuk mengembangkan sentra industri kain rajut. Melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jawa Barat, dia yakin akan dapat mengembangkan industri kain rajut di Jabar.

"Insya Allah kalau kiranya saya dan pak Sudrajat terpilih, kira melalui BUMD melakukan intervensi ketersediaan bahan baku yang terjangkau," paparnya.

Selain mengunjungi sentra rajut, Syaikhu sjuga sholat dzuhur berjamaah dengan warga setempat. Setelah  itu, giliran warga menjamu menjamu Syaikhu makan siang bersama  di gang sempit beralaskan daun pisang. (*/it).