Jababeka Dukung Wisata Edukasi Rumah Sampah

Cikarang, Kabupaten Bekasi (855.news.com)--Sampah Rumah Tangga menjadi salah satu  permasalahan sosial yang saat ini menjadi momok bagi kita semua. Salah satu program CSR  PT Jababeka Infrastruktur di bidang Lingkungan adalah memberikan dukungan bagi para penggiat komunitas Bank Sampah di sekitar Kawasan Industri Jababeka.

Jababeka bersama dengan Bank Sampah Sempu berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat umum melalui program Wisata Edukasi Rumah Sampah yang terletak di Kampung Sempu, Desa Pasir Gombong, Kecamatan Cikarang Utara (23/5). Terbentuknya Rumah Sampah tidak lepas dari sosok Perempuan Inspiratif Bekasi 2018, Atun Rodinatun yang memiliki kepedulian terhadap upaya pelestarian lingkungan di sekitar tempat tinggalnya.

“Saya ingin memperkenalkan kampung saya melalui wisata edukasi Rumah Sampah ini. Sekecil apapun yang kita lakukan semoga dapat menjadi inspirasi bagi orang banyak” ujar bu Atun yang tidak ingin gelar perempuan inspiratif yang diraihnya hanya menjadi label saja.

“Kami sangat mendukung zero waste movement yang dilakukan masyarakat, dimulai dari rumah minim sampah dengan metode 3 AH, cegAH, pilAH dan olAH. Tidak hanya menyasar para ibu, kami berharap Wisata Edukasi Rumah Sampah yang dikelola Bank Sampah Sempu ini pun dapat memperkenalkan cara mengelola sampah kepada anak-anak sejak dini” ujar Erry Imasari, Manager CSR PT Jababeka Infrastruktur.

Peresmian Wisata Edukasi Rumah Sampah ini juga dihadiri oleh perwakilan beberapa SKPD Kabupaten Bekasi diantaranya Dinas Lingkungan Hidup , Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak, Dinas UMKM , Perangkat Desa Pasir Gombong, Tokoh Masyarakat serta beberapa Komunitas Bank Sampah dan Ecovillage Kabupaten Bekasi.

Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Dodi Agus Suprianto merasa senang dengan adanya Wisata Edukasi Rumah Sampah, “..walaupun lokasinya berada di lahan yang sangat terbatas, tapi semangat dan tujuan mulia Rumah Sampah ini patut dibanggakan dan bisa menjadi contoh bagi yang lainnya. Kegiatan seperti ini tidak akan terlaksana jika tidak mendapat dukungan dari pemerintah, perusahaan sekitar dan tentunya masyarakat itu sendiri.” (imas)