Tingkatkan Mutu Komponen Kapal Kemenperin Helat FGD Bersama Para Stakeholder

Kota Bekasi (855.news.com) -- Industri komponen kapal dalam negeri terus melakukan pembenahan guna peningkatan kualitas guna membidik pangsa pasar dalam negeri guna lebih bersaing dengan produsen dari luar negeri.

Terkait hal itu, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia menghelat Focus Group dengan menghadirkan semua stakeholder terkait komponen Kapal, para pelaku industri kecil menengah (IKM), perusahaan galangan swasta dan BUMN, industri besar, badan standarisasi, asosiasi serta kementerian dan lembaga terkait di hotel Horizon Kota Bekasi, Kamis 5 Desember 2019.

Direktur Industri Kecil Menengah (IKM) LMEA Kementerian Perindustrian, Endang Suwartini mengatakan adanya FGD ini untuk dapat berdiskusi dalam rangka mengembangkan industri kapal nasional.

Menurutnya, potensi pertumbuhan industri galangan kapal nasional cukup besar, saat ini jumlah galangan kapal di Indonesia mencapai 250 perusahaan, lima diantaranya berstatus BUMN.

Galangan kapal nasional, kata Endang, saat ini telah mampu membangun berbagai jenis dan ukuran kapal sampai dengan 50.000 DWT, selain kemampuan mereparasi kapal sampai dengan kapasitas 150.000 DWT. 

"Tentunya Kami dari Kementerian Perindustrian akan terus mensupport dan mendukung terus pelaku IKM untuk terus meningkatkan kualitas komponen. Karena menurut saya komponen kita dalam negeri tidak kalah dengan komponen dari luar (impor)," kata  Endang kepada awak media di sela-sela FGD.

Disebutkan, sebanyak 19 IKM mengikuti kegiatan FGD ini. Mereka merupakan anggota Perhimpunan Industri Komponen Kapal Indonesia (PIKKI).

Endang mengatakan bahwa hasil dari pelaksanaan kegiatan ini,  antara lain terjalinnya komunikasi antara IKM kapal dengan stakeholder. Kemudian melalui kegiatan FGD ini akan terbuka akses pasar bagi produk IKM komponen kapal.

"Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana pertukaran informasi mengenai teknologi permesinan,peningkatan kemampuan SDM, manajemen mutu maupun peluang pasar,"urainya.

Hal senada disampaikan Ketua umum Perhimpunan Industri Komponen Kapal Indonesia (PIKKI), Eki Komarudin. Ia  mengapresiasi adanya agenda FGD kali ini. Pria bertutur kalem ini menambahkan kualitas komponen kapal lokal tidak kalah dengan produksi komponen kapal impor. 

Namun demikian, Eki mengakui terkait harga jual komponen kapal lokal masih terbilang lebih mahal ketimbang komponen kapal impor.

"Nah disini kami berharap pemerintah melalui Kementerian Perindustrian untuk terus melakukan support dan dukungan kepada kami. Dan satu hal yang sudah kami rasakan manfaatnya adalah sudah adanya beban  biaya cukai barang komponen kapal yang masuk ditanggung pemerintah dan ini cukup menekan biaya kami sampai 30 persen,"jelasnya.

Sekedar informasi, kata Eki, saat ini komponen kapal Lokal ditargetkan akan mengisi 60 persen dari setiap satu kapal yang diproduksi. Meskipun saat ini dari angka tersebut para pelaku IKM baru  bisa mencapai 30 persen untuk mengisi ketersediaan komponen kapal lokal dari setiap satu kapal.

"Kalau berbicara desain interiornya satu kapal bisa mencapai Rp. 800 juta sampai Rp 1 miliar dan untuk semua komponen kapal bisa mencapai 4 milyar di luar mesin dan engineering lainnya,"bebernya. (ton).