Kawasan Penyejuk Bumi

Banjarmasin (855.news.com) -- Muhammadiyah Kalimantan Selatan  sedang memproses pembangunan kawasan penyejuk bumi. Hal ini sebagai bentuk komitmen konkrit guna melestarikan lingkungan di Kalimantan Selatan. 

“Muhammadiyah selama ini telah berkomitmen untuk melestarikan lingkungan hidup di Kalimantan Selatan, salah satu bentuk konkritnya adalah dengan meluncurkan program shodaqoh sampah,” ujar Zulfa Asma Vikra didampingi Ketua PW Muhammadiyah Kalsel Tajudin Noor, disela acara Pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) dan Dialog Nasional Lingkungan Hidup Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah, di Hotel Pesona Banjarmasin, Sabtu 15 September 2018.

Rakerwil MLH se-Kalsel ini dihadiri oleh seluruh 12 MLH PDM se-Kalsel dengan mengambil tema;“Perwujudan Kesadaran, Kepedulian dan Perilaku Ramah Lingkungan Warga Muhammadiyah dan Masyarakat Menuju Kalimantan Selatan Berkemajuan” dibuka oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel didampingi Ketua PWM Kalsel dan Ketua MLH PP Muhammadiyah.

Lebih jauh Zulfa menegaskan bahwa selama ini program shodaqoh sampah sudah dilakukan di beberapa lokasi dengan mengambil basis konsentrasi di Amal Usaha Muhammadiyah termasuk Pondok Pesantren Al Furqon. Ke depan melalui Majelis Lingkungan Hidup PWM Kalsel akan membangun dan mengembangkan Kawasan Penyejuk Bumi, untuk merealisasikannya maka MLH menggandeng Sahabat Bekantan Indonesia, Pondok Pesantren dan beberapa Perusahaan agar Kawasan Penyejuk Bumi ini segera terwujud.

“Sebagai langkah awal perwujudan Kawasan Penyejuk Bumi ini, seluruh peserta Rakerwil diwajibkan melakukan penanaman pohon Rambai di Kawasan Hutan Mangrove Pulau Ciruak, Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalsel. Tentunya juga setiap MLH PDM se-Kalsel juga merumuskan dan diharapkan merealisasikan program kegiatan guna mewujudkan Kawasan Penyejuk Bumi ini tujuan yang SMART (spesifik, Measurable, Attainable, Relevant and Time bond). Guna mempercepat realisasi  program dan kegiatan dimaksud, MLH PWM Kalsel telah menetapkan Duta Lingkungan yang bertugas khusus dalam upaya Sosialisasi, Edukasi dan Advokasi, ” papar  Zulfa yang juga anggota DPRD Provinsi Kalsel.

Sementara itu Ketua MLH PP Muhammadiyah, Prof. Muhjidin Mawardi, mengatakan, berbagai program telah disusun dan dilaksanakan oleh MLH PP Muhammadiyah, baik yang bersifat konseptual maupun praksis. Pada dataran konseptual telah diterbitkan buku-buku baik filosofis maupun praktis, diskusi lingkungan dan advokasi.

Untuk program praksisnya,lanjut Muhjidin, telah dikembangkan aksi-aksi nyata, antara lain pembangunan Kawasan Penyejuk Bumi (KPB), Green School/Campus, Shadaqah Sampah (launching 2011) dan kampanye lingkungan. Oleh karenanya, MLH PP Muhammadiyah memberikan apresiasi dan menyambut baik MLH PWM Kalsel telah berkomitmen untuk membangun dan mengembangkan Kawasan Penyejuk Bumi mengingat kerusakan lingkungan yang eskalasinya semakin meningkat hanya dapat dihambat atau bahkan dihentikan melalui Pendidikan dengan indikator keberhasilan dalam implementasi program ini yakni; Terjadinya Perubahan Pola Pikir Manusia terhadap Lingkungan yang diwujudkan dengan Perubahan Perilaku yang Ramah Lingkungan.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Ir. Gatot Supangkat, MP yang juga menjadi Sekretaris MLH PP Muhammadiyah menandaskan bahwa program Kawasan Penyejuk Bumi ini adalah program unggulan MLH di seluruh Indonesia dan merupakan perwujudan dari Motto MLH yakni Sejuk Bumiku, Nyaman Hidupku, Aman dan tentram Anak Cucuku.

Hadir dalam acara Rakerwil dan Dialog Nasional Lingkungan Hidup MLH PP Muhammadiyah, PWM Kalsel, MLH PWM Kalsel, MLH PDM se-Kalsel, Ortom Muhammadiyah (PWA Kalsel, DPD IMM Kalsel, DPD IPM Kalsel) dan undangan khusus dari Pemerintah Provinsi Kalsel, Sahabat Bekantan Indonesia, Pondok Pesantren Al Furqon. (ht)