KNKT Indikasikan Ada Kerusakan Komponen AOA pada Lion Air J-610

Jakarta (855.news.com) -- Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mencurigai jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP JT-610 di perairan Karawang, Jawa Barat disebabkan oleh kerusakan pada komponen sensor angle of attack (AOA). Kerusakan AOA sudah terjadi saat pesawat yang sama digunakan untuk penerbangan Denpasar-Jakarta malam sebelumnya.

AOA sendiri merupakan bagian dari sistem penunjuk kecepatan atau airspeed indicator Lion Air PK-LQP yang didapati rusak sejak 4 penerbangan terakhir. AOA adalah indikator penunjuk sikap pesawat terhadap aliran udara.

AOA ini diketahui sudah diganti saat sebelum Lion Air PK-LQP terbang dari Denpasar menuju Jakarta. Namun AOA diganti tak membuat masalahnya selesai.

"Ketika AOA-nya diganti, masalahnya tidak sembuh, tapi mungkin masalah bertambah. KNKT ingin mendalami kondisi AOA ini. Karena kita juga mencurigai," ucap Kepala Sub Komite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo di kantor KNKT, Jakarta, Rabu 7 November 2018.

Menurutnya, setiap pesawat memiliki tiga AOA. Fungsi AOA adalah mengukur sikap atau posisi pesawat terhadap aliran udara. Hasil pengukuran AOA akan dicerna oleh komputer lalu ditunjukkan oleh penunjuk kecepatan.

Apabila pesawat dalam kondisi yang lurus, penunjuk kecepatan menunjukkan posisi 0 derajat. Kemudian jika pesawat berada dalam kondisi naik ke atas, maka akan bertambah, tergantung posisinya, misalnya bertambah menjadi 20 derajat.

Permasalahan yang dialami Lion Air adalah AOA di sebelah kiri dan kanan berbeda. Pada posisi yang lurus, AOA sebelah kanan 0 derajat sementara AOA sebelah kiri 20 derajat. Walhasil, penunjuk kecepatan pesawat menunjukkan angka yang salah kepada pilot lantaran AOA rusak.

"Angka yang muncul angka yang sudah dikurangi oleh AOA yang salah, jadi tidak benar angkanya. Itu hubungan AOA dengan air speed indicator (penunjuk kecepatan)," paparnya.

AOA Diganti di Denpasar
KNKT menemukan air speed indicator pesawat Lion Air PK-LQP bermasalah pada empat penerbangan terakhir, yakni Denpasar-Manado, Manado-Denpasar, Denpasar-Jakarta, dan Jakarta Pangkalpinang.

Nurcahyo menjelaskan bahwa penerbangan Denpasar-Manado dan Manado-Denpasar, penunjuk kecepatan pesawat Lion Air PK-LQP sudah mengalami masalah. Teknisi lalu mengganti AOA sebelah kiri sebelum pesawat terbang dari Denpasar menuju Jakarta pada Minggu 28 Oktober 2018.

Namun, AOA yang baru itu pun tidak bekerja sempurna. AOA sebelah kiri, yang baru diganti, menunjukkan posisi 20 derajat sementara AOA kanan menunjukkan posisi 0 derajat pada posisi pesawat lurus.

"Penerbangan Denpasar-Jakarta itu mengalami masalah yang sama dengan pesawat yang mengalami kecelakaan," ucap Nurcahyo.

Nurcahyo mengatakan bahwa pilot Denpasar-Jakarta berhasil selamat meski AOA rusak karena menempuh sejumlah prosedur. Dia tidak ingin menyimpulkan bahwa pilot Denpasar-Jakarta lebih hebat dibanding pilot Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh di perairan Karawang.

Dia mengatakan KNKT akan meneliti lebih jauh mengenai hal itu. Terutama mengenai bagaimana pilot dan co-pilot menerbangkan Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT610 rute Jakarta-Pangkalpinang itu dengan kondisi AOA bermasalah.

"Mengapa ada pilot yang bisa dan mengapa ada yang tidak bisa, bagaimana kualitasnya, pengawasannya, ini yang akan kita pelajari," ucap Nurcahyo.

Selain itu, Nurcahyo mengatakan KNKT juga akan mengecek kemampuan teknisi Lion Air yang mengganti AOA di Denpasar. Dia mengaku pihaknya sudah mewawancara teknisi yang bersangkutan dan akan mempelajarinya. Tentu disesuaikan dengan prosedur perawatan komponen pesawat yang dimiliki boeing.

Kemudian KNKT juga akan membawa AOA yang rusak ke kantor pusat di Chicago, Amerika Serikat. Di sana, AOA akan diteliti kembali mengenai kerusakan yang dialami.

Selain itu, KNKT juga akan merekonstruksi penerbangan dengan menggunakan AOA yang rusak. Simulasi itu akan dilakukan dalam simulator mesin khusus yang berada di pabrik pembuatan Boeing di Seattle, Amerika Serikat.

"Simulator ini khusus. Beda dengan simulator yang dipakai untuk pelatihan pilot," kata Nurcahyo (*/im)