Pemilu Susulan di Sydney

Jakarta (855.news.com)--Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan melakukan pemilu susulan di Sydney, Australia sesuai rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Namun pelaksanaanya menunggu kesiapan logistik.

"KPU akan menindaklanjuti rekomendasi tersebut, dengan terlebih dahulu melakukan pertama, klarifikasi terhadap jumlah pemilih yang sudah masuk dalam antrian," kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan dalam jumpa pers di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (17/4).

KPU, lanjut Wahyu, akan lebih dulu memeriksa ketersediaan surat suara yang masih tersisa. Selain juga akan memastikan pemilih yang belum sempat terlayani di Sydney masuk dalam DPT, DPTb, dan DPK.

Ketua KPU Arief Budiman menyebut pihaknya juga akan berkoordinasi dengan perusahaan percetakan untuk memastikan kesiapan pencetakan surat suara tambahan.

"Hal itu disebut akan berpengaruh terhadap jumlah surat suara yang dibutuhkan dalam pemilu susulan," ucapnya.

Seperti diketahui, media sosial diramaikan dengan antrian pemilih di Sydney, Australia. Beberapa dari mereka tak kebagian mencoblos karena PPLN sudah menutup TPS.

Bawaslu memerintahkan untuk melakukan pemungutan suara susulan bagi pemilih yang sudah terdaftar, tapi belum mendapat kesempatan mencoblos.

"Kami perintahkan untuk lakukan pemungutan ulang bagi WNI di Sydney yang sudah terdaftar dan mengantre ke TPS tapi belum menggunakan hak pilih. Itu sesuai yang diatur Undang-undang," kata Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar dalam jumpa pers di Kantor Bawaslu, Jakarta, Selasa (16/4).(*/it)