Kota Bekasi Memerangi Corona Sekaligus Membenahi Perekonomian

Kota Bekasi, Jawa Barat (855.news.com) - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi merespon teguran Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan menyatakan bahwa pembukaan tempat hiburan sudah bisa diberi izin karena pengelola dan pegawai sudah menjalani tes.

Wali Kota telah memberikan izin pengelola mal dan tempat hiburan malam telah beroperasi lagi dalam rangka adaptasi kebiasaan baru atau menuju new normal.

"Pak Gubernur menyampaikan tolong ditinjau kembali. Dipertimbangkan kembali," kata Rahmat seperti dikutip media.

Rahmat menyebutkan kondisi Kota Bekasi sekarang tengah melakukan adaptasi menuju kebiasaan baru. Selama tiga bulan ini Kota Bekasi mengalami keterpurukan ekonomi.

"Pak Gubernur mengingatkan jangan sampai terjadi kasus kambuhan," katanya.

Terkait hal itu, Pemerintah Kota Bekasi telah melakukan antisipasi sebelum para pengusaha menjalani adaptasi kebiasaan baru. Ia menyebut lebih dari 3.000 pegawai mal hingga tempat hiburan telah menjalani tes massal secara acak.

Seperti diketahui, sebab dampak pandemi Covid-19 yang pada perkembangannya juga menggerus sektor ekonomi dan pemasuskan kas daerah, hal itu berdampak juga terhadap Rekeing Kas Umum Daerah Kota Bekasi yang disebutkan Wali Kota sudah mau kering. Sehingga perlu kebijakan agar mampu membayar hak-hak pegawai.

"Semua sektor yang ada kita gerakkan, supaya fiskal Kota Bekasi tidak terkapar," kata dia.

Walikota juga menyebutkan keyakinannya bahwa rasio penularan Covid-19 sangat rendah di Kota Bekasi. Hal ini juga dikatakan para ahli. Data Mei lalu, rasio reproduksi virus yaitu 0,91 masih di bawah angka 1.

"Jika dihitung lagi dengan kondisi sekarang, maka bisa lebih kecil lagi. Karena itu, dengan berbagai simulasi, aktivitas perekonomian tetap berjalan," paparnya.

Dijelaskan Rahmat, semeua fasilitas publik telah dilakukan rapid test dan swab, dan tidak ditemukan klaster baru. Justru yang ditemukan adalah klaster dari rumah ke rumah.

Sampai hari ini, kata dia, jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi menyisahkan sebanyak 13 pasien, sedangkan pasien dalam pengawasan hanya tiga orang, dan orang dalam pemantauan tidak ada. (cw)