SD Darmono, WNI Pertama Peraih Doktor Honoris Causa Unversitas Glasgow

Jakarta (855.news.com) -- Pendiri dan Chairman Grup Jababeka, Setyo Djuandi (SD)  Darmono mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa (H.C) atau gelar kehormatan dari Universitas Glasgow Skotlandia, di Bute Hall, Rabu 13 Juni 2018. Menariknya, Darmono menjadi satu-satunya orang Indonesia dari 10 orang terhormat yang mendapatkan gelar kehormatan di acara tersebut.

Gelar tersebut diberikan oleh Rektor Universitas Glasgow, Professor Sir Kenneth Calman, tepat pada hari ulang tahun dari Yayasan Universitas Glasgow yang telah berdiri sejak tahun 1451.

Profesor Anton Muscatelli, Senat Guru Besar dan Wakil Rektor Universitas Glasgow mengatakan, gelar Honoris Causa diberikan untuk tokoh-tokoh yang dianggap memiliki kontribusi besar di berbagai bidang.

"Kami menghormati dan mengakui individu yang telah mencapai tingkat keberhasilan yang luar biasa dan yang telah memberikan kontribusi besar untuk bidang mereka, tidak hanya di Skotlandia, tetapi juga di seluruh Inggris, bahkan dunia," terang Muscatelli.

Darmono merupakan pengusaha yang telah berjasa membangun kota penyangga di Timur Jakarta, tepatnya di Cikarang dengan luas 5.600 hektar. Pengembangan Cikarang dilakukan dengan mendatangkan lebih dari 1.700 investor dari 30 negara dan mempekerjakan 1 juta orang.

Selain di Cikarang, lewat Jababeka, Darmono juga membangun kota baru di Kendal, Tanjung Lesung, dan Morotai. Pencapaian tersebut juga dihargai oleh Presiden Jokowi yang turut meresmikan KEK Tanjung Lesung, serta KEK Morotai, dan Kawasan Industri Kendal.

Pemerintah pun turut membantu menetapkan Tanjung Lesung dan Morotai sebagai bagian dari destinasi wisata 10 'Bali Baru' atau Beyond Bali.

"Kami senang merayakan keberhasilan semua lulusan kami dan saya berharap dapat berdiskusi dengan mereka dan bekerja sama dengan mereka lebih erat di masa depan," kata Muscatelli. 

Pemberian gelar kehormatan tersebut juga diberikan kepada 9 orang lainnya seperti Andrew Neil (penyiar dan jurnalis), Susan Calman (penyiar dan pelawak), Dave Anderson (direktur teater), Sandy Brindley (Chief Executive dan Koordinator Nasional Rape Crisis Scotland).

Kemudian tokoh lainnya yakni Pat Cassidy (Govan Workspace), Professor David Galloway (Presiden Royal College of Physicians and Surgeons), Sir Harpal S Kumar (Chief Executive Officer, Cancer Research UK), Karine Polwart (penulis lagu dan komposer), dan Dr Lena Wilson CBE (mantan Chief Executive dari Scottish Enterprise).(*/im).