Syukur Nikmat Menjadikan Hidup Lebih Bermakna

Jakarta (855.news.com) – Ada begitu banyak orang sukses di negeri ini, pun di dunia, tapi jumlah mereka yang pandai bersyukur selalu saja tak sebanding dengan yang sukses.  

Konon, ciri orang yang pandai bersyukur atas karunia Tuhan diantaranya; ia mengenali nikmat. Yakni menghadirkannya dalam hati, dan meyakininya.  Seorang yang sudah mengenal nikmat, maka dia akan beranjak ke tahap berikutnya ialah mengenal Tuhan yang memberi nikmat itu.

Ciri berikutnya adalah  menerima nikmat. Dia sadar, bahwa nikmat tadi bukan lantaran berhak mendapatkannya, tapi hanyalah karunia dan kemurahan Tuhan.

Sebab itu, esensi syukur terletak pada perbuatan dan tindakan nyata sehari-hari, baik dengan lisan dalam bentuk pengakuan dan pujian, dengan hati dalam bentuk kesaksian dan kecintaan, serta dengan seluruh anggota tubuh dalam bentuk amal perbuatan.

Karakteristik inilah yang terpancar dari sosok Sekretaris Jenderal Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI), Hj. Maya Miranda Ambarsari, SH, MIB.

Bagi wanita berparas jelita dan cerdas ini, sukses dalam menjalankan bisnis perusahaan sangat relatif dan tidak pernah ada titik tertinggi,  untuk itu kesuksesan sangat tergantung kepada kerja keras, kerja pintar, fokus, kesempatan, dan jaringan yang terbentuk selama seseorang menjalankan kehidupannya.

Maya sangat bersyukur atas apa yang telah diberikan Allah kepadanya dan keluarga. Rasa syukur atas apa yang diterima, membuat ia sangat berhati-hati atas segala pemberianNya. Justru dengan melimpahnya rahmat Allah,  Maya merasa harus menjaga agar jangan pernah berbuat keluar “jalur” dan Maya merasa berkewajiban untuk menjadi manusia yang jauh lebih baik.  

“Allah itu Maha Mengetahui dan mempunyai planning terhadap umatNya. Sebagai manusi, kita hanya mencari ridho Allah dengan  menjalankan yang semampu dan semaksimal serta yang terbaik dan tentunya berdoa serta berusaha menjadi manusia yang berguna bagi manusia lainnya,” tutur Maya.

Maya mencontohkan bagaimana Allah memberikan kesempatan yang luar biasa kepada dirinya sebagai salah satu pemilik  perusahaan pertambangan emas  yang sudah IPO (PT. Merdeka Copper and Gold Tbk), perusahaan properti untuk pembangunan hotel dan condotel (PT. Tri Tunggal Agung Propertindo – Tree Land),  guest house di area-area elit (Elliottii), Gorjes Salon dan Hatice Boutique dan  kegiatan sosial "Rumah Belajar Miranda".

Rumah Belajar Miranda  adalah tempat dimana masyarakat umum dapat mengenyam kegiatan pendidikan, baik itu berupa Majelis Ta'lim Ummul Choir (Kelas Pemula, Kelas Menengah dan Kelas Mahir), Taman Pendidikan Al qur'an Ummul Choir (TPA Kids, TPA Menengah dan Ta'lim Qur'an lil Awlad), Kursus Mr.Math (Matematika), English Education Program (EEP), dan Kursus Calis (Baca Tulis), serta Taman Bacaan dan Media Library jug TK Ar Radhia.

“Semua kegiatan belajar mengajar ini adalah bersifat sosial dan semi sosial. Saat ini ada sekitar 500 orang yang terlibat kegiatan belajar mengajar,”urainya.

Menurut Maya, apa yang ia lakukan  bersama suami dan partner bisnisnya hanyalah sebagai mediator untuk dan dari Allah dengan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat  dengan cara bekerja di perusahaan miliknya.

Ihwal manajemen bisnis, Maya menerapkan pola  corporate culture, dimana antara pemilik, manajemen dan karyawan merupakan satu kesatuan (unity) dan menerapkan sistem kekeluargaan, sehingga semua pihak merasa memiliki perusahaan. Merasa bahwa I’m a part of the family, sehingga sense of belonging nya tinggi.

Dengan prinsip demikian, maka suasana kerja pada semua bisnis Maya, tercipta semangat tinggi dan kehangatan. Gairah ini terpatri di semua lapisan.

“Kata kunci lainnya adalah niat baik dengan . berusaha semaksimal mungkin mendekatkan perintah-Nya dan menjauhkan larangan-Nya. Saya sebagai pemimpin, wajib menjadi “role model” dengan memberi contoh yang baik, yang diharapkan berimbas kepada para pekerja di perusahaan,” tuturnya.

Selain itu, Maya juga menyadari dengan sepenuh jiwa bahwa semua sukses yang dicapainya merupakan berkat dukungan kebaikan dan doa orang tua dan mertua.

“Saya beruntung karena kebaikan mereka, saya  yang menikmati. Mereka menaburkan benih kebaikan kepada sesama, sehingga amalnya dan pahalanya jatuh kepada saya. Itu yang saya yakini,” ujarnya.

Lebih dari itu, lanjut Maya, dukungan suami yang memberikan kepercayaan, support penuh dan selalu mendampingi, baik suka maupun duka,  serta dukungan anak, Muhammad Khalifah, yang rajin berdoa dan tidak banyak tuntutan merupakan barokah yang luar biasa bagi dirinya.

Seni Menjalankan Bisnis 

Maya Miranda Ambarsari, SH., MIB yang tidak memiliki latar belakang dibidang mining, dan pemain baru di bidang property,  tidak membuatnya lantas ciut dan tidak percaya diri. Maya justru merasa tertantang bidang pekerjaan yang menurut orang lain “pekerjaan keras dan dunia lelaki”.  

Maya yang memiliki background sebagai lawyer dan Master di bidang Internasional Bisnis, (MIB) dari Swinburne University of Technology, Melbourne –Australia, justru terpacu dan tertantang untuk menjalani bisnis-bisnis ini, dengan bekerja dan belajar dengan keras, jatuh bangun dalam mengawali karir merupakan bagian dari perjalanan proses.

“Dalam pekerjaan suka-duka dan riak-riak pasti ada. Tetapi bukankah suka duka itu seni dalam menjalankan bisnis. That’s the art of doing the business, jadi hadapi saja,” ungkapnya.

Selain mental baja,  latar belakangnya sebagai lawyer juga banyak membantu, dan dengan International Businessnya, memudahkan Maya untuk memahami dan  berhubungan dengan para pebisnis lainnya.

“Yang pasti, pada awal pendirian dan menjalan perusahaan yang melibatkan hajat hidup orang banyak ini membutuhkan extra kerja keras, baik itu secara phisiclly , mentally dan tentunya spiritually,” tuturnya.

Dalam menerapkan kepemimpinan, Maya berusaha mempedomani ajaran Nabi Muhammad S.A.W, yaitu seorang pemimpin haruslah bersifat Sidiq, Amanah, Tabliq, Fatonah.

  • Sidiq, kejujuran, kebenaran selalu mendasari perilakunya sebagai Pemimpin.
  • Amanah, kepercayaan yang diembannya tidak akan dikhianatinya.
  • Tabligh, keterbukaan menjadi cara Maya memimpin sehingga bawahan dapat mengetahui dan memahami kemana arah yang dituju perusahaan ini.
  • Fatonah, cerdas, diwujudkan dengan terus menerus belajar, baik formal maupun non formal.

Sebagai orang yang berdarah suku Jawa dari garis Bapak, Maya juga menerapkan asas-asas kepemimpinan menurut filsafat Asta Brata yang mengharuskan seorang pemimpin mewujudkan sifat-sifat yang dicontohkan oleh 8 (delapan) anasir alam yaitu api, angin, air, tanah, matahari, bulan, bintang dan mega.

Memberikan kesejahteraan kepada bawahan seperti sifat tanah sebagai sumber penghidupan, memberi kesejukan seperti sifat mega, berlapang dada seperti lapang/luasnya lautan, memberi arah seperti sifat bintang dan lain-lain. Dan sebagai garis Ibunya yang berdarah Bengkulu, maka Maya mempunyai “sense of business”, menerapkan filosofi; berani mengekspresikan apa yang menurutnya benar, tegas, pantang menyerah, gigih dan ulet dan selalu optimis.

Keunikan Perempuan Indonesia

Sebagai perempuan Indonesia, Maya menganggap kaumnya tangguh. Maya bangga bagaimana wanita Indonesia mampu melaksanakan multi tasks, baik mengurus keluarga maupun bekerja untuk membantu perekonomian keluarga.

“Perempuan hebat bukan dilihat dari karir, tapi perempuan yang tahu bagaimana berperan dalam menjalankan hidupnya,” ujar Maya.

Seiring dengan membesarnya perusahaan dan banyaknya para konsultan ahli yang dipekerjakan untuk bisnisnya, membuat Maya dapat lebih mengatur waktu untuk kegiatan-kegiatan lainnya, baik itu untuk urusan keluarga yang tetap saja menjadi prioritas,  aktif dalam organisasi kewanitaan, juga dengan kegiatan-kegiatan sosial dan keagamaan.

“Semua itu membuat hidup menjadi penuh makna. Alangkah rugi bila tidak bisa menikmati keindahan yang telah diberikan oleh Allah dengan kegiatan-kegiatan positif,” pungkasnya.

Biodata Maya Miranda Ambarsari, SH., MIB;

Current Business Activities:          

  • Owner JD.ID onlineshopping. 
  • Owner and Director PT. Bandara Internasional Bali Utara. 
  • Co-Founder and Shareholder PT. Merdeka Copper and Gold Tbk (Gold Mining company). 
  • Owner of PT. Tri Tunggal Agung Propertindo (Grand Dafam Hotel, Cisarua). 
  • Owner of Elliottii (12 Exclusive Guest Houses), area of Pondok Indah, Kebayoran Baru and Puncak. 
  • Owner of Gorjes Hair Salon & Lounge (Wolter Mongonsidi). 
  • Owner of W&M Salon. 
  • Owner Warteghitz (Bekasi).

Current Organization/Social Activity:

  • Founder of Rumah Belajar Miranda - RBM

“A social and semi social activities place for all people to study, for Majelis Ta’Lim, TPA, PAUD, English Course, Math Course, reading and writing, Library and Media Library and Kindergarten Ar  Radhia ”. 

  • Secretary General of PPLIPI (perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia). 
  • Board of Council of Great Leader for Great Nation “GLGN”. 

Educational qualifications: 

1997-1998: Master of International Business, Swinburne University of Technology, Melbourne-Australia.

1991-1995: Bachelor of Law, University of Pancasila-Jakarta. 

Past Activities and Experiences: 

2002-2009: Independent Contributor for some Indonesian women magazines. 

2002-2007: Chairwoman of Srikandi (mixed marriages organization) to organize some multi culture events in order to develop the general knowledge, especially in regard to Indonesian Law. 

1999-2001: Founder and Director of International Relation, Lembaga Demokrasi Indonesia Baru (LDIB) - NGO, Jakarta. 

2000        : Head Committee for some conferences in relation to Politic and Democracy Education, Lembaga Demokrasi Indonesia Baru (LDIB) - NGO, Jakarta. 

1997-1999: Master of Ceremony (MC) for formal and informal events at Consulate General of the Republic of Indonesia (KJRI) in Melbourne. 

1998        :  Active as Senior Student Committee in “International Student Welcome and Orientation Program”, Swinburne University of Technology, Melbourne. 

1991-1997: Cat Walk Model, Choreographer and Jury for some modeling events, Jakarta. 

1991-1995: Master of Ceremony (MC) for formal and informal events at faculty of law, Pancasila University, Jakarta. 

Awards:

2018: “The Best Achievers in Women Entrepeneurs – Women’s Obessions. 

2017: “72 Indonesian Inspiring Women 2017” – Women’s Obsession. 

2017: “11 Perempuan Terbaik Indonesia 2017 – Wirausaha Sosial” – Woman Review. 

2017: “Top Eksekutif Muslimah Bidang Bisnis 2017” – Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia. 

2017: “Prestigious Property Achievement for Elliottii  Residence – Pondok Indah” Indonesia Growing Business Award 2017.              

2017: “Srikandi of the Year 2017” – Nation’s Brightest Award. 

2017: “The Best CEO 2017 ” – Minister of Industry and Trade, Minister of Tourism and Economy Creative, 7Media. 

2017: “Best Women Entrepreneur 2017 Award” -  Obsession Media Group. 

2016: “An Inspired Property Business and Sociopreneur” – Property & Bank Magazine. 

2016: “Anugerah Wirausaha Indonesia” – Bisnisupdate.com .

2016: “11 Perempuan Hebat Indonesia” -  Puan Pertiwi Magazine .

2016: “The Most Favourite Guest House in Jakarta” Elliottii Residence - My Home Magazine. 

2016: “71 Indonesian Inspiring women 2016” – Women’s Obsession 

2016: “Wanita-Wanita Inspiratif” _ Kebaya Magazine 

2016: “Tokoh Srikandi Pendidikan” – Women’s Obsession Magazine 

2016: “Kartini Masa Kini” – MNC Life style 

2011: “Potensi Anak Bangsa” – Yayasan Pendukung Karier & Prestasi 

2011: “The Best CEO on Innovation Management” ASEAN Professional Award 

2011: “The Best Gold Mining of the Year” – ASEAN Business Award 

2011: “Tokoh Berkepribadian Pembangunan 2011” -  Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI, Bapak Syarief Hasan.                                               

2010: “The Best Entrepreneur of the Year” – International Professional Award 

2010: “Tokoh Peduli Anak Bangsa” – Yayasan Restu Bunda 

2010: “Super 50 Tokoh Indonesia, Menggali Potensi Membangun Negeri”– Pusat Profil dan Biografi Indonesia. 

2010: “Bangkitlah Indonesiaku, Tokoh-Tokoh Berprestasi Indonesia” -  Pusat Aktualisasi Indonesia.

2010: “Top Wanita Indonesia” – Profil Wanita Indonesia. 

2009: 10 Wanita Inspiratif - Tabloid Wanita Indonesia. 

1999: One of the first six of fifty students who finished the International Business Project, MIB-Swiburne, Melbourne,                      

1997: Finalist “The 1997 Asia Model Search” Melbourne. 

1991: The highest placed member of “Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4),University of Pancasila.                    

1991: Finalist of French Poets Competition for Senior High School for Jabotabek, - IKIP, Jakarta. 

Work Experiences:

2005-2006: President Director of PT. 247 (Advertising). 

2004-2006: General Manager of PT. Tiara Lilin Indonesia (PT.TLI) (Telecommunication Contractor).   

1999-2001:

  • Senior Associate Lawyer at Dimhart & Associate Law Firm, Jakarta Indonesia
  • Director of International Relation, Lembaga Demokrasi Indonesia Baru (LDIB) - NGO, Jakarta. 

1998-1999: Part time job at Consulate General of Republic of Indonesia, Melbourne. 

1995-1996: Associate Lawyer at Dimhart & Associate Law Firm,Jakarta, Indonesia. 

HobbyCooking, Reading, Sports, Gardening & Interior design. 

Family:

Husband: Ir. Andreas Reza, MH

Son       : Muhammad Khalifah Nasif  (Taruna Nusantara – Magelang). (*/im).