Harty Muntako # 1: Sedia Payung Sebelum Hujan

Oleh: Imam Trikarsohadi

Banyak hal yang bisa kita pelajari dari kisah para pengusaha sukses yang membangun bisnis dari nol. Salah satunya adalah bukti bahwa seseorang bisa menjadi pengusaha sukses walaupun tidak memiliki modal, koneksi dan bahkan misalnya tidak menggenggam pendidikan sarjana ekonomi. Hal tersebut tentu saja dapat memberikan inspirasi bagi kita untuk juga berjuang menjadi pengusaha sukses dan membangun bisnis yang besar.

Tulisan berseri tentang Harty Muntako, pengusaha sukses yang berbasis di Kota Bekasi ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan inspirasi,  tetapi juga pengingat bahwa dengan semangat dan kegigihan melampaui suatu hambatan atau kesulitan kelak akan mendapat hasil yang pantas, sebab ikhtiar tak pernah akan mengkhianati hasil akhir.  Dimana setelah melewati hambatan dan kesulitan itulah seseorang akan semakin berkembang dan dapat menjadi seorang pengusaha sukses.

Hal ini pula yang dialami Harty Muntako, pengusaha sukses di bidang restoran, property, advertising, wedding & event organizer, dan kini menekuni bidang media  radio, media online dan TV streaming. Ia bahkan kini dalam progress merambah bisnis perhotelan. Tentu saja, asset dari berbagai bisnis tersebut mencapai angka ratusan miliar rupiah.

Memulai bisnis justru setelah menikah di era 1980-an, Harty bertolak dari tingkat yang elementary sekali; berjualan apa saja; bunga, sambal kering dalam kemasan, mainan anak-anak, dan sebagainya. Seiring dengan itu, ia yang memang sudah lihai membangun pergaulan sejak remaja ini, merespon setiap kesempatan secara positif agar dapat memantik peluang bisnis. Ia juga terus mempertajam kemampuan berkreasi dalam membaca peluang bisnis.

Dan disinilah yang menurut saya sebagai salah kunci dan sebab musabab ia bisa berkembang hingga seperti sekarang ini yakni; Harty menyukai filsafat, meski ia sendiri mungkin tidak menyadarinya. Apa sebab? Jawabnya karena salah satu unsur penting yang harus dimiliki oleh seseorang untuk menghadapi dunia bisnis adalah memiliki kemampuan analisa yang kuat, dimana keberhasilan bisnis sangat erat kaitannya dengan tingkat kreativitas. Kemampuan berkreasi untuk dapat memprediksikan kebutuhan-kebutuhan pasar yang akan datang ini hanya akan timbul melalui proses pemikiran yang mendalam, dan semua itu biasanya dimiliki oleh seorang pengkaji yang senantiasa . membaca realitas secara mendalam. Hasilnya berupa  kemampuan analisa yang kuat. Dan itu merupakan unsur penting untuk menghadapi dunia bisnis.

Corporate Mystic menyebutkan bahwa di antara 11 karakter pengusaha dan eksekutif sukses di AS adalah spiritualitas dan pengetahuan diri. Spiritualitas, adalah juga ciri filsafat, khususnya filsafat Islam.

“Dalam bisnis, saya senantiasa menerapkan prinsip sedia payung sebelum hujan, menyegerakan dalam membayar hutang dan memberi gaji karyawan sebelum keringat mereka kering. Dan Alhamdulilah,sejauh ini selalu diberikan solusi oleh Allah,” kata Harty Muntako pada suatu kesempatan kepada penulis.

Hal lain yang mesti ditanam dalam dada jika ingin sukses berbisnis, kata Harty, harus berani mengambil resiko. “Why not, risiko memang selalu ada dalam kehidupan, juga dalam bisnis,” paparnya.

Tapi yang perlu diingat, mengambil resiko yang dimaksud bukanlah melakukan sesuatu tanpa berpikir panjang dan perhitungan matang. Tapi memaknai resiko sebagai peluang keberhasilan bagi pengusaha sukses.

“Jika ingin jadi pebisnis, kita juga harus bersifat terbuka dalam menerima saran dan kritik dari orang lain, sebab itu bisa jadi  akan memberikan kemajuan diri untuk membangun usaha.Untuk itu, jangan pernah berpikir bahwa kritik dan saran orang lain tidak penting. Sebab, saran dan kritik orang lain bisa menjadi masukan berharga bagi pengembangan bisnis,” ujar Harty Muntako.

Dijelaskan Harty, kita juga harus selalu dapat membaca situasi (menganalisa) dan mengambil keuntungan dari situasi itu. Para pengusaha sukses bisa melihat peluang bisnis besar bahkan dalam belitan masalah sekalipun.

“Saat menghadapi masalah, kita harus  mampu menganalisa akar masalah dan menghadirkan solusi untuk mengatasi masalah tersebut,” ujarnya.

Ketika terjadi suatu masalah yang tidak diinginkan, lanjut Harty, entah itu terkait iklim bisnis atau yang lainnya, kita harus  bisa beradaptasi dengan keadaan yang ada dan merubahnya menjadi keuntungan. Sebab yang namanya dunia bisnis, ia selalu bergerak secara dinamis dan serba cepat.

“Kita juga harus membiasakan pikiran kita tidak standar-standar saja, tapi mesti  di luar kebiasaan (out of box). Kalau kita yakin dengan cara pikir kita ya do it, jangan pedulikan pendapat-pendapat yang pesimistis,” tutur Harty.

Yang juga menjadi keharusan kalau ingin sukses berbisnis adalah selalu melakukan analisa dan memiliki perhitungan yang matang. Untuk itu biasakan diri  memperhitungkan segala kemungkinan yang terjadi dengan matang, persiapkan rencana yang jelas dari analisa dan perhitungan yang kita lakukan, dan segera lakukan.

Hal lainnya, jangan pernah takut gagal. Sebab tidak pernah ada seorang pengusaha sukses di dunia ini yang langsung menuai kesuksesan pada langkah pertama. Semuanya pasti pernah mengalami kegagalan terlebih dahulu bahkan kerugian berkali lipat sekalipun.

“Saya saja, di awal-awal merintis bisnis,  pernah sampai menggadaikan rumah yang saya tinggali. Itu kan resiko besar sekali, nah kalau sampai hutangnya tidak terbayar, dan rumah disita, saya harus tinggal dimana? Mungkin nge-gembel,” tuturnya sambil tertawa lebar.   

Inti dari itu semua adalah jangan memandang semua kegagalan sebagai hambatan yang menghentikan upaya meraih tujuan. Justru kegagalan tersebut menjadi pemicu untuk lebih bekerja keras dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ada. (bersambung ke Harty Muntako# 2: Mendahulukan Tuhan) .***