Tutur Politik Yogi Kurniawan Muntako (1).

Oleh: Imam Trikarsohadi)*

Kita semua tahu, demokrasi sedang marak dan  para politisi atau yang coba-coba jadi politisi bertebaran hingga pinggir-pinggir jalan, persimpangan, tembok rumah, pagar halaman, dibadan, di body kendaraan, di kepala,kaki dan di pepohonan.

Jika kita tanya apa motif mereka menjadi calon legislatif (caleg), jawabannya nyaris sama; sempit, subyektif, menduga-duga  dan dangkal, tanpa kuasa menjelaskan esensinya.” Ya pokoknya saya kalau terpilih akan memperjuangan anu….”. Titik.

Bahkan, mereka tak paham ihwal bagaimana kelak  sistem dan prosedur keputusan politik diambil, dan bahwa setiap keputusan politik selalu berawal dan berakhir dalam keadaan yang tidak optimal, tak sepenuhnya utuh.

Tapi jangan pesimis dulu, sebab jika kita jeli, ternyata ada juga bibit-bibit politisi berkualitas yang turut berkompetisi dalam Pileg 2019 ini. Yang jika terpilih, mereka ini diprediksi menjadi  politisi yang menjalankan amanat undang-undang secara konsisten dan bertanggung jawab. Politisi jenis  ini menggunakan akal sehat dan nurani yang bersih untuk menjalankan amanat konstitusi demi kesejahteraan masyarakat.

Di Kota Bekasi misalnya, muncul nama Yogi Kurniawan Muntako. Caleg nomor urut 6 dari Partai Golkar dengan daerah pemilihan Bekasi Timur dan Bekasi Selatan ini, berulang kali bertemu saya tanpa rencana, baik di tempat makan, acara, kenduri dan bahkan di masjid dan mushola.

Kesan pertama berjumpa Yogi adalah; ia pribadi yang santun, murah senyum dan bahasa tubuhnya memiliki aura yang positif. Sebab itu, saya terpantik untuk selalu meluangkan waktu berbincang dengannya setiap bertemu. Mungkin sudah puluhan kali saya terlibat perbincangan dengan Yogi, cukup intensif, meski belum masuk kategori berdiskusi. Tapi, saya mengingat tiap kalimatnya dan isi pikiran.

Gambaran umumnya, sebagai politisi muda, Yogi Kurniawan Muntako punya kemampuan untuk mengembangkan dirinya sendiri dan publik menuju perihidup yang lebih beradab menurut prinsip-prinsip demokrasi modern. Hal ini sangat signifikan dalam membangun kehidupan berdemokrasi di Kota Bekasi, setidaknya bagi warga masyarakat yang ia wakili. Yogi juga punya kemampuan dan sedang menuju titik optimasi dalam hal membangun retorika dan diplomasi politik.

Maka, kedepan, kualitas kinerja politik Yogi Kurniawan sudah dapat ditebak, karena hal itu bisa ditakar dari cara ia menyampaikan "tutur politik" (political speech), dan bukan berdasarkan "talenta retorik" (rhetorical talent).

Sebuah "tutur politik" merupakan hasil pertimbangan dan analisis kritis terhadap realitas yang dihadapi demi membangun diskursus politik yang egaliter demi kebaikan bersama. Yogi bersikap terbuka  dalam tuturan politik, dimana semua pihak menjadi "rekan dialog" , sehingga ia mendapat nilai-nilai dan fakta realitas yang banyak,  yang akan sangat berguna baginya bila kelak menjadi wakil rakyat.

Gaya  berpolitik Yogi, tentu dengan dukungan timnya, adalah  sebuah tindakan komunikatif, sebuah "tutur tindakan" (speech act) yang tidak hanya terbatas pada retorika melainkan terbuka terhadap aksi nyata dengan menghargai pluralitas dan pluriformitas semua pihak melalui deliberasi politik yang egaliter.

Dengan kata lain, saya memprediksi, Yogi kelak akan jadi wakil rakyat dan sekaligus politisi yang mampu mengantar masyarakat yang diwakilinya kepada perubahan paradigmatik tentang saling menghargai, harmoni, kerukunan dan mewujudkan harapan warga masyarakat.(bersambung*).