KPU Bakal Panen Gugatan

Jakarta (855.news.com)--Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD mengingatkan bahwa Komisi Pemilihan Umum(KPU) untuk bersiap dihujani dengan gugatan sengketa Pemilu 2019. Biasanya, gugatan mulai muncul sehari setelah pencoblosan.

"Pasti akan banyak perkara di MK. Saya ingatkan kepada KPU, hal pertama yang akan terjadi, tepatnya mulai Anda hadapi sejak tanggal 18 April adalah isu kecurangan, isu kesalahan. KPU akan digugat ke MK sekurang-kurangnya oleh parpol, calon legislatif yang merasa dicurangi," kata Mahfud di Jakarta, Senin 15 April 2019.

Untuk itu, lanjut Mahfud, KPU harus mempersiapkan dokumen dan berkas-berkas yang diperlukan dalam menyelesaikan sengketa. Dari kasus ini, lanjut Mahfud, bisa dinilai profesionalitas KPU.

"KPU harus benar-benar profesional menjaga prosedur dan dokumen, karena menang atau kalah KPU yang  menentukan apakah profesional atau tidak. Kalau kalah berarti tidak profesional," tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa satu-satunya pihak yang bisa menjadi tergugat hanyalah KPU. Sementara paslon dan calon legislatif berperan untuk melapor.

"Jika menang, persiapkan sebaik-baiknya nanti akan jadi tergugat di MK adalah KPU, bukanlah paslon. Paslon dan legislatif tidak bisa digugat," urainya.

Sesuai analisa, kata Mahfud, potensi chaos atau kekacauan pasca pilpres tergolong rendah. Kebiasaan selama ini adalah masyarakat cenderung tenang pasca pencoblosan.

Keadaan sebaliknya terjadi di tingkat elite. "Begitu selesai pemungutan suara rakyat cenderung tenang, yang ribut para elit. Kalau sudah elite tinggal kita halau ke Mahkamah Konstitusi atau polisi. Kalau ada pelanggaran ya ke Bawaslu jika terjadi kesalahan administratif," pungkasnya.(*/im).