MLH PP Muhammadiyah realisasikan 5 program lingkungan hidup

Jakarta (VOB.news.com) - Rendahnya kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap pelestarian lingkungan dikarenakan kurangnya sosialisasi dan pendidikan lingkungan masyarakat oleh pemerintah dan pemangku kepentingan. Bahkan masalah lingkungan, seperti perubahan iklim dan pemanasan global tidak hanya terbatas menjadi pembahasan di kalangan elit tetapi malah menjadi ladang bisnis di kalangan elit dan negara. Muhammadiyah memandang bahwa upaya penyelamatan lingkungan tidak bisa hanya dilakukan melalui kegiatan teknis-akademis. Persoalan lingkungan merupakan hak asasi manusia, sehingga pendekatan yang harus dikembangkan dalam penyelesaiannya pun harus berdasar berbagai multi aspek, termasuk pendekatan pendidikan dan keagamaan. Muhammadiyah memandang diperlukannya langkah terpadu berbasis masyarakat untuk melakukan aksi bersama (interfaith action) antar berbagai komponen masyakarat, terutama komunitas beragama, dengan dukungan penuh pemerintah dan berbagai kalangan elit dan bisnis.  

Ada 5 (lima) program unggulan Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PP Muhammadiyah yang akan direalisir dalam periode 2015-2020, yakni Gerakan Audit Lingkungan Mandiri (audit ini dilakukan terhadap bangunan, terutama gedung-gedung milik Muhammadiyah), Pendidikan Lingkungan (salah satunya melalui Sekolah Sungai Muhammadiyah sebagai institusi non formal yang berperan meningkatkan kesadaran masayarakat bantaran sungai untuk menjaga lingkungan agar bisa merestorasi dan mengkonservasi sungai), Gerakan Sedekah Sampah, bertujuan agar masyarakat mampu memilih, memilah dan mengolah sampah (3M) sehingga dapat mengurangi jumlah sampah plastik, Pelatihan Pengelolaan Limbah(terutama limbah dari Rumah Sakit dan Laboratorium Perguruan Tinggi Muhammadiyah, terutama bagi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), dan Desa Mandiri Energi (saat ini salah satu contoh program yang berhasil adalah Desa Hemat Energi di Potorono, Banguntapan, Bantul. Di sana ada lebih dari 30 KK yang sudah memanfaatkan biogas dalam kehidupan sehari-hari (kompor dan penerangan), ujar Dr. Gatot Supangkat, Sekretaris Jenderal MLH PP Muhammadiyah dalam acara silaturrahmi dengan Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia (PERWAKU), 15 November 2017. 

Acara yang berlangsung di Gedung PP Muhammadiyah Menteng Jakpus ini dihadiri juga oleh pengurus MLH PP Muhammadiyah, pengurus Perwaku, Pengurus Walhi DKI Jakarta dan Pengurus MLH PWM DKI Jakarta ini telah bersepakat bahwa persoalan lingkungan ini tidak bisa ditangani sendiri-sendiri tetapi harus bersama-sama (sinergi) guna mewujudkan cita-cita bersama. 

Sementara itu menurut Lukman Budiman G. (salah satu Pendiri PERWAKU) ada 3 (tiga) masalah strategis yang harus dicarikan solusinya secara terencana, sistematis dan berkelanjutan, yakni masalah ENERGI, AIR, dan PANGAN. Untuk itu PERWAKU berharap agar seluruh lembaga/institusi yang bergerak di bidang lingkungan hidup untuk bersatu padu mencari solusi terhadap masalah strategik ini. 

Berbagai upaya untuk penyelamatan lingkungan memang telah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat. Akan tetapi upaya-upaya yang telah dilakukan melalui pembuatan peraturan perundangan dan dengan pendekatan teknis ternyata belum banyak membawa hasil. Upaya mengatasi krisis lingkungan yang terjadi dewasa ini tampaknya memerlukan pendekatan baru dengan cara merubah secara fundamental dan radikal cara pandang (mind set) dan perilaku manusia terhadap alam lingkungannya. Cara pandang dan perilaku manusia terhadap lingkungan tidak dapat dirubah dengan peraturan-peraturan penerapan teknologi semata. Diperlukan pendekatan baru yang bersifat teologis dan kultural, Tandas Dr. Gatot Supangkat. 

Lebih lanjut beliau menegaskan bahwa “ajaran dan nilai-nilai agama memiliki peran penting untuk mendorong umatnya melakukan perubahan perilaku terhadap lingkungannya. Agama terutama Islam sebenarnya mempunyai ajaran (konsep) yang sangat jelas  tentang hubungan manusia dengan alam. Islam merupakan agama yang memandang lingkungan sebagai bagian tak terpisahkan dari keimanan seseorang terhadap Tuhan”. 

Beberapa catatan penting dari hasil silaturrahmi ini adalah (1) Meningkatkan kerjasama sesama penggiat lingkungan dalam hal sosialisasi, edukasi dan advokasi (2) Berinisiatif untuk mengadakan pertemuan rutin (3) Mengadakan Pertemuan Akhir Tahun yang membahas tentang Lingkungan. (hidayat tri).