MLH Muhammadiyah Yogyakarta Gelar Workshop Memanen Air Hujan

Yogyakarta (VOB.news.com) - Memasuki musim kemarau, masalah utama yang kerap kali muncul adalah terbatasnya ketersediaan air bersih. Jumlah air di bumi sangat banyak; namun jumlah air bersih yang tersedia belum dapat memenuhi permintaan sehingga banyak orang menderita kekurangan air. Chiras (2009) menyebutkan bahwa kekurangan air dipicu naiknya permintaan seiring peningkatan populasi, tidak meratanya distribusi air, meningkatnya polusi air dan pemakaian air yang tidak efisien. Beberapa penelitian mengindetifikasi bahwa pada aras rumah tangga kekurangan air diperburuk kebocoran air akibat kerusakan home appliances yang tidak segera diperbaiki, pemakaian home appliances yang boros air, perilaku buruk dalam pemakaian air, dan minimnya pemanfaatan air hujan sebagai sumber air alternatif. Pemakaian air yang tidak terkontrol akan mengancam keberlanjutan air, sehingga perlu dilakukan konservasi air. Salah satu metode konservasi air dalam rumah tangga adalah memanen air hujan, yaitu mengumpulkan, menampung dan menyimpan air hujan. 

Upaya untuk mengatasi ketersediaan air bersih dan untuk mengatasi timbulnya krisis air di wilayah Indonesia maupun Kota Yogyakarta pada khususnya, MLH PDM Kota Yogyakarta menggelar Workshop “Memanen Air Hujan“, pada Sabtu 9 Desember 2017 sebagai wujud kepedulian warga Muhammadiyah dalam merealisasikan motto Sejuk bumiku, nyaman hidupku, aman dan tentram masa depan anak cucuku. 

Menurut Hery Setyawan (Ketua Panitia) ”melalui kegiatan ini diharapkan akan tumbuh kesadaran, kemauan, dan ketrampilan bagi masyarakat dalam melakukan kegiatan yang berorentasi pada penyelematan  air. Memanen air hujan merupakan salah satu metode konservasi air yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam rumah tangga”. 

Lebih lanjut beliau menandaskan bahwa upaya konservasi air memerlukan komitmen dari semua pihak terhadap isu keberlanjutan air. Apabila memanen air hujan dipraktikan secara berkesinambungan akan dapat membantu memelihara keberlanjutan air dan keberlanjutan lingkungan sebagai pendukung perikehidupan generasi sekarang dan yang akan datang. 

Konsep memanen air hujan (rain water harvesting) dapat dilakukan untuk mengatasi adanya krisis air saat ini, upaya memanen air hujan menjadi bagian penting dalam agenda “global environmental water resources management“ dalam penanggulangan ketimpangan air pada musim hujan dan kemarau, kekurangan pasokan air bersih penduduk dunia, serta penanggulangan banjir dan kekeringan. Memanen air hujan yaitu suatu upaya mengelola (mengumpulkan dan penyimpanan) air hujan untuk memenuhi kebutuhan air bersih periode masa sekarang dan masa mendatang, untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian serta pengisian air tanah . dalam penggunaan air tanah untuk irigasi. Masalah ini menjadi semakin parah ketika kita lihat adanya peningkatan populasi penduduk dan urbanisasi, diprediksi bahwa sumber air tanah akan digunakan semua pada 2025. 

Saat ini dapat dilihat di sekitar kita sumur-sumur mengering dimusim kemarau, kualitas air tanah menurun, air laut mulai menyusup ke dalam wilayah pantai, seiring dengan turunnya air tanah. Oleh karena itu sebuah upaya memanen air hujan harus dianggap sebagai sesuatu yang penting untuk bisa segera dilakukan, karena ini adalah sebuah upaya yang murah dan ramah terhadap lingkungan namun sangat bermanfaat sehingga akan mampu mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengan air di negeri ini. 

Secara ekologis ada empat alasan mengapa memanen air hujan penting untuk konservasi air (Worm, Janette & Hattum, Tim van, 2006), yaitu (1) Peningkatan kebutuhan terhadap air berakibat meningkatnya pengambilan air bawah tanah sehingga mengurangi cadangan air bawah tanah. Sistem pemanenan air hujan merupakan alternatif yang bermanfaat (2) Keberadaan air dari sumber air seperti danau, sungai, dan air bawah tanah sangat fluktuatif. Mengumpulkan dan menyimpan air hujan dapat menjadi solusi (3) Sumber air lain biasanya terletak jauh dari rumah atau komunitas pemakai. Mengumpulkan dan menyimpan air di dekat rumah akan meningkatkan akses terhadap persediaan air dan berdampak positif pada kesehatan serta memperkuat rasa kepemilikan pemakai terhadap sumber air alternatif ini (4)Persediaan air dapat tercemar oleh kegiatan industri mupun limbah kegiatan manusia. (hidayat tri).