Leukimia, Penyakit mematikan pada Anak

Oleh: Angelia Monica Anggie)*

Setiap orang tua pasti ingin menjaga anaknya dari segala sesuatu yang berbahaya,termasuk dari penyakit-penyakit yang berbahaya, Maka dari itu orang tua wajib tahu tentang segala hal yang bisa dan beresiko terkena dan berdampak pada anak.

Salah satu penyakit mematikan pada anak adalah kanker darah atau yang lebih dikenal sebagai leukimia. Kenapa leukimia? Karena menurut informasi terbaru tahun 2017 kanker darah atau leukimia menjadi kanker yang tertinggi diderita oleh anak dan dikarenakan kanker pada anak lebih sulit diketahui karena anak-anak pada umumnya belum mampu untuk mengatakan apa yang mereka rasakan.

Maka dari itu para orang tua memegang peranan penting dalam mengenal dan mengetahui gejala-gejala kanker darah atau leukimia pada anak sehingga dapat lebih cepat terdeteksi dan mendapat penanganan dengan segera dan memiliki peluang kesembuhan lebih besar.

Kanker darah atau leukimia sendiri adalah kanker yang menyerang sel darah putih. Sel darah putih dihasilkan dari sumsum tulang belakang, pada orang normal sel darah putih diproduksi secara normal tapi berbeda dengan penderita kanker darah atau leukimia sel darah putih di produksi secara berlebihan dan dapat menumpuk di sumsum tulang juga dapat menyebar ke organ lain seperti hati,limfa,paru-paru,ginjal. Bahkan hingga ke otak dan tulang belakang.

Angka kematian pada anak akibat kanker dapat mencapai 50-60 persen umumnya dikarenakan keterlambatan penderita untuk menyadari akibat gejala kanker yang sulit terdeteksi atau karena sudah memasuki stadium lanjut.

Kanker darah memiliki gejala-gejala umum maka itu orang tua harus mewaspadai gejala-gejala umum yang tidak kian membaik atau mereda,seperti:

  • Lemas atau kelelahan yang berkelanjutan
  • Demam
  • Menggigil
  • Sakit kepala
  • Muntah-muntah
  • Keringat berlebihan terutama pada malam hari
  • Nyeri pada tulang atau sendi
  • Penurunan berat badan
  • Pembengkakan pada limfa noda,hati atau limpa
  • Muncul infeksi yang parah atau sering terjadi
  • Mudah mengalami pendarahan seperti mimisan atau memar
  • Muncul bintik-bintik merah pada kulit

Jika anak anda mengalami gejala gejala di atas, segera hubungi dan periksakan ke dokter. Terutama untuk gejala yang sering kambuh atau tidak kunjung membaik.

Faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko kanker darah meliputi:

  • Faktor keturunan atau genetika. riwayat keluarga yang mengidap leukemia juga dapat memperbesar risiko mengalami penyakit yang sama.
  • Pernah menjalani pengobatan kanker. Kemoterapi atau radioterapi tertentu diduga dapat memicu kanker darah.
  • Pernah mengalami pajanan terhadap radiasi tingkat tinggi atau zat-zat kimia tertentu.
  • Rokok tidak hanya akan meningkatkan risiko kanker darah tapi juga berbagai penyakit lain. 

(Penulis adalah Mahasiswi Semester 3 The London School of Public Relations).