Scout Hizbul Wathan Seminar’s

Garut (855.news.com) -- Ketua Pandu Hizbul Wathan Garut mengatakan, keprihatinan terhadap kerusakan Sumber Daya Alam (SDA) perlu mendapat perhatian khusus dan perlu dilakukan aktualisasi langkah dalam pengembalian arti lingkungan agar kehidupan menjadi lebih baik.

Sementara itu Asep Nur yang juga menjadi mundir bidang kesiswaan, menegaskan bahwa kegiatan seminar lingkungan pada Scout 2018 harus dapat merubah perilaku siswa di tiga tempat pokok, yaitu di masjid, kamar mandi dan lingkungan pondok”.

"Seusai seminar ini, diharapkan seluruh komponen di Ponpes Darul Arqam Muhammadiyah dapat memulai dengan sebuah gerakan dari diri sendiri, seperti gerakan peduli sampah di lingkungan ponpes," kata Asep dalam sambutan saat acara Scout 2018 di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut 17 Maret 2018.

Menurutnya, gerakan pungut sampah merubah seruan Buanglah Sampah pada Tempatnya menjadi "Tempatkanlah Sampah pada Tempatnya", kemudian mulailah Gerakan Hemat Air dengan langkah konkrit wudhu dengan air secukupnya kalau perlu kran dibuka cukup separoh saja, juga memanfaatkan alat2 elektronik seperlunya, dan lain sebagainya.

Sekretaris MLH PP Muhammadiyah dalam paparannya menyampaikan “kerusakan SDA atau lingkungan secara luas yang ditampilkan dengan berbagai bencana seperti banjir, tanah longsor, kekeringan dan lain lain sebagian besar disebabkan oleh perilaku manusia sebagaimana telah disebut dengan jelas dalam QS. Ar Rum ayat 41”.

Lebih lanjut Dr. Gatot Supangkat yang juga menjabat Ketua LP3M UMY ini menegaskan “perilaku manusia yang salah terhadap pengelolaan SDA karena cara pandangnya yang salah, seperti menjadikan alam/lingkungan sebagai alat untuk kemakmuran manusia maka kemudian mengeksplorasi secara berlebihan (eksploitatif) sehingga daya dukungnya menjadi menurun drastis”, tandasnya dihadapan 700 santri ponpes DA Muhammadiyah Garut.

Olehkarena itu, satu-satunya cara untuk merubah cara pandang (mind set) manusia tehadap lingkungan hanya melalui PENDIDIKAN. Pendidikan dalam upaya penyadaran dapat dilakukan baik secara formal maupun informal, seperti Ponpes DA Muh dapat mengimplementasikan Pedoman Pendidikan Lingkungan yang telah disusun oleh MLH PP Muhammadiyah.

Pengendalian pembangunan yang tidak ramah lingkungan dapat dilakukan dengan penegakan hukum terhadap pelanggar perangkat hukum yang mengatur lingkungan, seperti sempadan sungai, resapan air, limbah, dan lain lain.

Lingkungan Ponpes DA Muhammadiyah Garut inipun dapat dihijaukan dengan jenis pohon yang memiliki tajuk/kanopi yang melingkar padat dan cepat tumbuh atau jenis pohon buah agar bernilai ekonomi, sosial dan lingkungabn yang baik. Lingkungan ponpes dapat juga dikembangkan budidaya sayuran dengan sistem hidroponik dan sekaligus diarahkan pada program kewirausahaan dalam format "Student Entrepreuner Program". (hidayat tri)