Gerakan Shodaqoh Sampah

Bantul (855.news.com) -- Sekretaris MLH PP Muhammadiyah , Dr Gatot Supangkat menegaskan bahwa Gerakan Shadaqoh Sampah yang diinisiasi dan dikembangkan oleh Muhammadiyah merupakan salah satu program unggulan Majelis Lingkungan Hidup yang semakin membuktikan kebermanfaatannya.

Kegiatan penyerahakan santunan tersebut, bukan kali pertama, melainkan rutin dilakukan di dalam di 6 tahun terakhir di Brajan.

"Ini patut dicontoh, bagaimana jamaah masjid, warga Muhammadiyah berbondong-bondong bershodaqoh sampah. Hasil penjualannya bisa menjadi santunan bagi anak-anak kurang mampu, sehingga sampah menjadi berguna bagi umat, " kata Gatot saat acara  Santunan Pendidikan, dan Santunan TPA yang dananya berasal dari Gerakan Shodaqoh Sampah Jamaah Masjid di Masjid Al-Muharram, Brajan, Kasihan, Bantul 17 Maret 2018.

menurutnya, bersodaqoh itu tidak hanya bisa dilakukan oleh orang kaya, tidak juga harus menunggu kaya, tetapi bershodaqoh bisa dilakukan oleh siapapun, melalui sampah-sampah rumah tangga yang dihasilkannya "Shodaqoh itu meluaskan rezeki, dapat pahala, tidak harus dengan uang, bisa dengan sampah rumah, nanti dipilah dan diolah sehingga menjadi berharga.

Seperti diketahui bahwa kebijakan pengelolaan sampah yang selama lebih dari tiga dekade hanya bertumpu pada pendekatan kumpul-angkut-buang (end of pipe) dengan mengandalkan keberadaan TPA, diubah dengan pendekatan reduce at source dan resource recycle melalui penerapan 3R. Oleh karena itu, seluruh lapisan masyarakat diharapkan mengubah pandangan dan memperlakukan sampah sebagai sumber daya alternatif yang sejauh mungkin dimanfaatkan kembali, baik secara langsung, proses daur ulang, maupun proses lainnya.

Sebagai wujud komitmen membangun kesadaran menjaga lingkungan hidup yang indah serta bersih dan sekaligus konsistensi mengamalkan ajaran Al-Ma'un, MLH PP Muhammadiyah telah menggagas dan mengembangkan Gerakan Shodaqoh Sampah, bahkan beberapa MLH PWM telah mengimplementasikannya dengan berbagai kreasinya, seperti Sekolah Sedekah Sampah (Malang), Gerakan Masjidku Bersih dan Indah (Kendari), KKN Tematik Lingkungan Hidup (UM Sukabumi), Sekolah Tangguh Bencana (PWM Jatim) dan lain-lain. (hidayat tri).