MLH PP Muhammadiyah Gelar RAKORNAS

Jakarta (855.news.com) -- Setidaknya ada beberapa isu krusial terkait lingkungan yang menjadi perhatian dan dihadapi bersama, baik sebagai warga negara Indonesia maupun global, antara lain:  1) pencemaran udara, air dan tanah 2) pemanasan global (global warming), 3) jumlah penduduk berlebih (Overpopulation), 4) berkurangnya sumber daya alam (Natural Resource Depletion), 5)  Buangan Limbah (Waste Disposal) 6). Perubahan iklim (Climate Change); 7) punahnya keanekaragaman hayati (Loss of Biodiversity), 8) Penyusutan hutan (Deforestation); 9) peningkatan keasaman laut (Ocean Acidification); 10) penyusutan lapisan ozon (Ozone Layer Depletion); 11) hujan asam (Acid Rain); 12) perkembangan urban (Urban Sprawl); 13) masalah kesehatan umum (Public Health Issues); 14) rekayasa genetic (Genetic Engineering). 

Muhammadiyah menganggap isu lingkungan sebagai permasalahan yang harus dihadapi dan diberikan solusi menghadapinya. Karenanya Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah (MLH PPM) dibentuk untuk menjalankan berbagai program dalam meningkatkan kualitas lingkungan yang lebih baik. 

Untuk meningkatkan koordinasi dan pengelolaan berbagai program-program secara lebih efektif dan efisien, maka dipandang perlu diselenggarakan Rapat Koordinasi Nasional MLH yang akan berlangsung pada 20-22 April 2018 di Makassar sebagai landasan koordinasi dan pengelolaan program sejak perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring, dan evaluasi. 

Titik berat dari Rakornas MLH ini dimaksudkan untuk meningkatkan  peran MLH baik di Pusat, Wilayah dan Daerah dalam kepedulian terhadap aksi penyelamatan lingkungan dan mendukung pencapaian target Muhammadiyah dalam hal lingkungan serta memastikan keberlanjutan dan sinergisitas program majelis lingkungan didaerah/region. 

Dr. Eko Priyo Purnomo, SIP, MSi., Mres, koordinator seksi Acara dan Persidangan Panitia Rakornal MLH berharap  “Rakornas MLH kali ini dapat (1) mereview dan merumuskan kinerja MLH di wilayah dan daerah (2) menyusun pemetaan isu-isu strategik tentang lingkungan di wilayah dan daerah serta (3) kesepakatan/komitmen tingkat wilayah untuk meningkatkan sinergi dan koordinasi antar daerah”. 

Rakornas ini mengambil tema “Sinergisitas Dan Penguatan Program Untuk Pengelolaan Sumberdaya Alam yang Berkelanjutan” didahului dengan Seminar & Workshop Audit Lingkungan Mandiri Muhammadiyah (ALiMM) dengan menampilkan narasumber Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Ir. Muhjidin Mawardi, M.Eng. Drs. Hajriyanto Y Tohari, MA dan anggota DPD. 

Menurut Dr. Ir. Gatot Supangkat, MP, sekjen MLH PPM “Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam yang memiliki jaringan/infrastruktur persyarikatan di 34 Provinsi sampai tingkat Ranting (desa/kelurahan)dengan sebanyak 16.800 sekolah/madrasah dan 170 Perguruan Tinggi/Akademi/Institut, merupakan kekuatan sosial masyarakat yang memiliki peran strategis dalam upaya pelaksanaan gerakan penyelamatan lingkungan”. 

Majelis Lingkungan Hidup (MLH) sebagai bagian Muhammadiyah diharapkan dapat menghimpun seluruh kekuatan yang dimilikinya untuk bersinergi dengan berbagai elemen bangsa lainnya, baik Pemerintah maupun LSM untuk membangun gerakan penyelamatan lingkungan. Paling tidak program MLH dapat diimplementasikan pada lembaga pendidikan Muhammadiyah mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi termasuk Pondok Pesantren dengan konsep Pendidikan Lingkungan sesuai dengan Pedoman Pendidikan Lingkungan yang telah disusun sejak tahun 2009. (hidayat tri).