Rakornas MLH: Perkuat Sinergi Ormas dengan Pemerintah

Makassar (855.news.com) -- Persoalan lingkungan hidup yang makin komplek telah memberi dampak pada persoalan keberlanjutan pemanasan global, perubahan iklim, banjir, polusi udara, air dan tanah, menipisnya sumberdaya serta kualitas ekosistem yang menurun adalah contoh-contoh persoalan lingkungan yang dihadapi dunia pada saat ini. Berbagai kegiatan seperti industri, transportasi, pembangunan dan operasionalisasi bangunan merupakan kontributor pada kerusakan lingkungan hidup pada umumnya dan memunculkan terjadinya pemanasan global dan perubahan iklim.

Pembangunan dan pengelolaan gedung mempunyai kontribusi pada kerusakan lingkungan hidup terkait dengan penggunaan bahan-bahan bangunan, konsumsi energi, dan polusi yang ditimbulkan serta pengelolaan air dan limbah.Upaya-upaya pembangunan dan pengelolaan gedung yang ramah pada lingkungan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kerusakan lingkungan hidup. Untuk itu, MLH PP Muhammadiyah melaunching implementasi panduan Audit Lingkungan Mandiri Muhammadiyah (ALiMM), dan Sekolah Kehidupan bagi Anak Negeri dalam acara Rakornas MLH di Universitas Muhammadiyah Makassar, 20 April 2018.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar dalam sambutannya mengatakan bahwa sinergi antara pemerintah dengan ormas, khususnya Muhammadiyah dalam isu-isu lingkungan amatlah sangat penting, ini dibuktikan dengan implementasi ALiMM, dimana dengan ALiMM ini menjadi salah satu indikator dalam mengukur tingkat keramahan lingkungan (Green School/Campus/Mousqe).

“Muhammadiyah dalam hal ini MLH terus terlibat dalam international exposecer, atau terlibat aktif dalam level internasional, karena Muhammadiyah memiliki jaringan dan sumber daya manusia untuk melakukan kampanye dan kajian terkait isu-isu lingkungan baik level nasional maupun internasional”, ungkap Menteri Siti.

Menteri Siti juga meminta bantuan kepada Muhammadiyah untuk menyebarluaskan ke dunia internasional tentang capaian KLHK dalam pengendalian perubahan iklim. Hal tersebut didasari bahwa Muhammadiyah saat ini membantu pemerintah Filipina dan India untuk mengembangkan pendidikan islam.

Lebih lanjut Menteri Siti Nurbaya menyatakan bahwa KLHK memperkuat kerja sama dengan Muhammadiyah dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan berkeadilan. "Ruang lingkup dalam kerja sama ini cakupannya cukup luas mulai dari kebijakan untuk perhutanan sosial, juga pemanfaatan hutan untuk kepentingan penelitian," jelas Menteri Siti.

Kerja sama ini juga menyangkut sekolah kehidupan bagi anak negeri, termasuk juga dalam penanganan sampah dan limbah medis. Seperti yang telah diketahui, Muhammadiyah mempunyai banyak instrumen dan infrastruktur rumah sakit dan pendidikan di berbagai daerah.

Kerja sama terkait penelitian kehutanan juga dilakukan melalui pemberian hak pengelolaan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) untuk Universitas Muhammadiyah Makasar seperti yang telah diberikan kepada Universitas Muhammadiyah Palu dan Bengkulu.

Menteri Siti yakin bahwa Muhammadiyah mampu memberikan pengaruh langsung di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu pihaknya mewakili pemerintah akan bekerja bersama-sama secara kongkrit di lapangan.

Terakhir, Menteri Siti mengatakan bahwa KLHK tidak bisa sendiri dalam mengelola hutan dan lingkungan hidup. Oleh karenanya perlu bersinergi dengan komponen masyarakat diantaranya organisasi sosial seperti Muhammadiyah ini.

Selain konsolidasi MLH PP Muhammadiyah beserta Wilayah di akhir acara Rakornas pada hari Ahad pagi tanggal 22 April 2018 juga diselenggarakan Peringatan Hari Bumi dengan melakukan aksi kampanye lingkungan terkait stop pemakaian plastik di kawasan Car Free Day Pantai Losari Makassar.

Hadir saat pembukaan Ketua MLH PP Muhammadiyah Muhjidin Mawardi, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agus Taufiqurahman, Rektor Unismuh Abdul Rahman Rahim, Ketua BPH Unismuh Syaiful Saleh, Pimpinan Muhammadiyah Sulawesi Selatan dan utusan MLH Pimpinan Wilayah Muhammadiyah se-Indonesia. (hidayat tri).