PP IPM Gelar Pelatihan Da’i Pelajar Nasional

Jakarta (855.news.com) -- Ikatan Pelajar Muhammadiyah merupakan organisasi otonom Muhammadiyah di kalangan pelajar yang bertugas untuk menyiapkan kader-kader terbaik bagi persyarikatan, umat dan bangsa. Misi dakwah amar ma’ruf nahi munkar untuk kalangan pelajar memiliki tujuan agar terbentuknya pelajar Islam yang berakhlak mulia dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat utama yang adil, makmur dan diridhai Allah SWT.

Untuk merealisasikan tujuan tersebut PP IPM menggelar Pelatihan Da’I Pelajar Muhammadiyah Nasional yang berlangsung pada 31 Mei sampai 3 Juni 2018 bertempat di Gedung PP Muhammadiyah.

Salman Al Farisi, Ketua panitia Pelatihan Da’I Pelajar Muhammadiyah Nasional ini menegaskan bahwa “IPM akan selalu mampu mewujudkan diri sebagai penggerak amar maruf nahi munkar dalam ranah pelajar. Proses belajar yang kami terapkan dalam pelatihan ini adalah menggunakan azas pendidikan orang dewasa (andragogi) dan mengikuti pendekatan partisipatoris. Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan PW dan PD IPM seluruh Indonesia” tandasnya Salman yang disampaikan dalam acara Pembukaan di Gedung PPM Menteng, Jakarta Pusat, Kamis 31 Mei 2018.

Dalam melaksanakan tugas sucinya (amar makruf nahi munkar) dibutuhkan pelaku dakwah atau yang sering disebut dengan da’i atau mubaligh yang mumpuni baik secara keilmuan maupun metodologis dan mampu menjawab kebutuhan umat tentunya. Oleh karenanya  diperlukan  sebuah  pelatihan  da’i  sebagai  upaya memberikan bekal baik bekal keilmuan maupun keterampilan menerapkan metode dakwah.

Lebih lanjut Salman menguraikan bahwa “Pelatihan Dai bagi Pelajar Muhammadiyah saat ini merupakan kebutuhan yang mendesak mengingat sulitnya mencari kader da’i yang siap terjun  ke  lapangan  dalam  rangka  melakukan  aktivitas dakwah   di kalangan   pelajar. Di lain sisi, perkembangan teknologi yang semakin pesat mengubah kehidupan manusia dalam berbagai aspek”.

Semenara itu Sekretaris Panitia ketika dihubungi menyaakan bahwa “Strategi dakwah yang digalakkan di kalangan pelajar semestinya mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan generasi saat ini. Melihat tantangan tersebut PP IPM mencoba untuk menindaklanjuti adanya peluang pada perkembangan zaman saat ini dengan memassifkan dakwah melalui media sosial di kalangan pelajar. Tema Pelatihan Da’i Pelajar Muhammadiyah Nasional kali ini adalah “Dakwah Virtual untuk Generasi Milenial”. Dasar pemikiran tema ini merupakan bentuk kebutuhan dan analisis potensi yang ada pada saat ini yang diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan dakwah di kalangan pelajar dan dapat tertanamkan misi dakwah ikatan hingga ke lini Pimpinan Ranting dan pelajar Muhammadiyah se-Indonesia” ujar Husein. 

Tri Sutardjo, pemateri dari MLH PP Muhammadiyah dalam acara tersebut menguraikan tentang (1) Peran Muhammadiyah dalam mengelola Lingkungan Hidup (2) Konsep dan model gerakan lingkungan hidup berpraksis dakwah dalam Muhammadiyah (3) Upaya menghasilkan kader IPM yang sadar akan lingkungan dan memiliki concern serta keberpihakan pada usaha-usaha pelestarian dan penyelamatan lingkungan.

Pemahaman akan pentingnya peran serta pelajar dalam meningkatkan pemeliharaan dan penjagaan kesehatan serta kelestarian lingkungan merupakan hal yang perlu ditelaah lebih dalam sehingga potensi pelajar akan kesadaran dan kemauan dalam aksi dan gerakan pro-lingkungan dapat terjalankan dengan baik. Mengingat pelajar merupakan agen perubahan dan berada pada massa usia produktif gerakan kemandirian pelajar dalam menjawab kebutuhan akan interaksi pelajar dengan lingkungannya harus dimassifkan agar pelajar Muhammadiyah juga mampu menjadi pelopor pelestarian sumber daya alam.

Tak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi informasi memudahkan manusia memiliki akses atas teknologi tersebut untuk bisa mengetahui segala hal secara lebih nyata dan lebih aktual. Informasi di salah satu belahan dunia bisa diketahui dalam waktu yang hampir bersamaan oleh orang-orang yang berada di belahan dunia lain. Tentunya hal ini memiliki dampak positif dan negatif.

Adanya sosial media (seperti facebook, twitter, tumblr, path, instagram, Google+, dan lain-lain) semakin mempermudah untuk menyebarkan suatu informasi. Pemilik akun sosial media semakin hari semakin bertambah dari berbagai tingkatan usia, termasuk usia pelajar. Generasi Millennial adalah terminologi generasi yang saat ini banyak diperbincangkan oleh banyak kalangan di dunia di berbagai bidang, yang mengalami loncatan-loncatan teknologi yang begitu pesat terutama internet. Dan usia pelajar —terutama remaja awal— menurut tugas perkembangannya (dalam kajian psikologi pendidikan) merupakan masa pencarian jati diri dan pembentukan karakter serta kepribadian, kepemilikan akun media sosial oleh pelajar sedikit atau banyak akan mempengaruhi mereka. Pelajar saat ini merupakan pelajar generasi milenial (terlepas perbedaan pembagian tahun kelahiran dari generasi y – z), yang langsung bersentuhan dengan teknologi semenjak usia dini.

Tidak bisa dipungkiri bahwa pelajar generasi milenial kini sangat bergantung dengan teknologi informasi pada banyak aspek kehidupan mereka. Hal ini menjadi peluang besar bagi gerakan dakwah untuk melakukan kegiatan dakwah dengan memanfaatkan teknologi informasi utamanya melalui media sosial.  (hidayat tri)