UMY Terjunkan 3.152 Mahasiswa KKN

Yogyakarta (855.news.com) -- Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menerjunkan 3.152 mahasiswa untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan empat jenis KKN yakni, KKN 3 T UMY sebanyak 217 Mahasiswa, KKN Mu sebanyak 14 mahasiswa, KKN Reguler sebanyak 2.870 Mahasiswa dan KKN Internasional sebanyak 51 Mahasiswa.

Sebaran lokasinya meliputi Kabupaten Pemalang, Purbalingga, Kebumen, Purworejo, Boyolali, Kulon Progo, Gunung Kidul, Sleman, Sorong, Sebatik, Berau, Lombok Timur, Timor Tengah Selatan, Manggarai Timur dan Sumbawa,

“KKN ini wajib karena sesuai dengan Teologi Al Ma’un yang diejawantahkan menjadi Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO) yang sekarang di EYD kan menjadi PKU” kata Dr. Ir. Gatot Supangkat, MP (Kepala P3M UMY) pada acara Pelepasan Mahasiswa KKN di Gedung Sportium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu 18 Juli 2018.

Hadir dalam acara tersebut Prof. Dr. Haryono Suyono, MA, Tantyo Aji P. Soedharmono (DNIKS), Niken Indra Dhamayati (DNIKS), Wawan , Lydia (Kemendes PDTT). Dalam sambutan pembekalan mantan Menko Kesra ini mengajak mahasiswa agar para mahasiswa dapat berbaur dengan masyarakat desa dan ikut serta membangun desa. Mahasiswa merupakan ujung tombak pembangunan, pelopor pembaharuan dan pemberdayaan masyarakat desa. 

Lebih lanjut Ketua Tim Pakar Kemendes PDTT ini menegaskan bahwa “di masa lalu, desa-desa disulap menjadi desa hijau. Pasalnya seluruh masyarakat desa yang miskin dikerahkan bekerja keras, menanam segala jenis tanaman untuk menghijaukan desanya. Di masa sekarang melalui pembangunan desa yang dikoordinasi Kemendes PDTT ada kejutan dengan menjadikan salah satu Desa Wisata Terbaik ASEAN, yakni Desa Nglanggeran yang terletak di Kecamatan Patuk Kabupaten Gunung Kidul. Desa ini dinobatkan menjadi desa terbaik, bukan saja karena kegiatan wisata desa ini mampu mendongkrak pendapatan asli desanya, namun juga mampu memperkenalkan suatu sistem akuntabilitas atas jumlah PaDes dengan menerapkan sistem elektronik tiket (e-ticketing). Inovasi seperti ini membuat pengelolaan wisata desa, yang dulunya sangat miskin melompat menjadi desa wisata era 4.0 yang makin modern dan kian transparan”.

Tujuan pelaksanaan KKN ini adalah pemberdayaan masyarakat desa berbasis kearifan lokal, pembelajaran empati dan soft skill bagi mahasiswa, dan sinergitas antara PT, masyarakat dan pemerintah daerah dalam pemberdayaan masyarakat. Untuk mewujudkan tujuan dimaksud maka telah diselenggarakan Pembekalan KKN dengan materi-materi seperti konsep pemberdayaan, fasilitator, analisis sosial, pendidikan orang dewasa, teknik need assesement, perencanaan program, monev dan pelaporan. Sedangkan waktu pelaksanaan KKN tergantung jenis KKN nya ada yang 2,5 Bulan dan ada yang 1 bulan. (hidayat tri)