UMMI Pelopor KKN Tematik Lingkungan Hidup

Yogyakarta (855.news.com) -- Bertempat di kampus Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Rektor UMMI Dr Sakti Alamsyah lepas 512 mahasiswa KKN Tematik Lingkungan Hidup. UMMI merupakan salah satu pelopor PTM yang melaksanakan jihad lingkungan hidup Muhammadiyah di abad ke-Dua, 24 Juli 2018.

Sakti Alamsyah menegaskan kepada mahasiwa akan pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat. "Lingkungan yang baik adalah lingkungan yang sehat dan terawat". Tugas mahasiswa bagaimana bisa memberikan pemahaman dan bersama-sama masyarakat mewujudkannya.

Selain itu, Rektor yang juga sebagai pendiri UMMI, mengingatkan kembali pentingnya peran KKN sebagai aktualisasi mahasiswa selama studi. "Ini adalah pembelajaran riil, sejauh mana kemanfaatan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah bisa dirasakan masyarakat" tegasnya.

Dekan Fakultas Pertanian (FP) UMMI, Amalia Nur Milla, MP yang ditemui terpisah, menyampaikan bahwa KKN tematik lingkungan merupakan ide yang terus digelorakan oleh Faperta sebagai bentuk response atas kondisi lingkungan hidup di Sukabumi. "Di UMMI tema KKN bisa diajukan oleh Fakultas dan Lembaga, kita Faperta selalu mendorong dan akan terus mendorong tema ini" tandasnya.

Sementara itu,  Rijal Ramdani, Divisi Penyadaran, Pemberdayaan Masyarakat dan Advokasi Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PP Muhammadiyah, menyampaikan bahwa “Jihad Muhammadiyah di abad kedua adalah bekerja untuk menyelamatkan lingkungan. Di abad pertama, Muhammadiyah telah selesai dan berhasil dengan jihad pendidikan, kesehatan dan pelayanan sosial.  Maka di abad kedua ini, jihad kita adalah jihad menyelamatkan dan memperbaiki kualitas lingkungan hidup kita", tandasnya.

Menurutnya, amar ma'ruf nahi munkar, tidak hanya dipahami sebagai upaya membebaskan manusia dari kebodohan, penyakit, dan kemiskinan, tetapi juga harus dimaknai amar ma'ruf itu adalah membebaskan masyarakat dari kualitas dan perilaku yang salah terhadap lingkungan.  "Memperbaiki lingkungan, dan menyadarkan bahwa lingkungan adalah amanah yang Allah titipkan untuk dijaga merupakan tugas dakwah kita" jelasnya.

Selain itu, secara ideologis, salah satu karakteristik dari masyarakat islam yang sebenar-benarnya, adalah masyarakat yang ramah terhadap lingkungan. Sebagaimana di dalam surat Saba, baldatun thoyibatun wa robunghofur itu ditandai dengan jannatani an yamin wa simaalin. Kampung, kota, negara, yang penuh di kanan kiri jalannya dengan pohon yang rindang.

"Jadi kalau banyak pohon, ada taman kota, hutannya terjaga, maka itulah ciri kota yang Islami" imbuhnya.

Kalakteristik lingkungan lainnya, dari masyarakat islam yang sebanarnya adalah banyaknya air jernih yang mengalir. Sebagaimana di dalam surat al-Baqoroh, surga itu tajrii min tahtihal anhar, mengalir di bawahnya sungai-sungai.

 "Dengan banyaknya pohon, cacing akan banyak, membuat pori-pori alami, untuk menampung air saat hujan, dan mengelurkannya saat kemarau. Itulah wilayah yang islami" tegasnya kembali.

Rijal mengamanahkan kepada UMMI untuk terus meningkatkan dan menjadi contoh bagi PTM lain di dalam mengimplementasikan jihad lingkungan Muhammadiyah tersebut. KKN tematik lingkungan hidup ini merupakan salah satu program unggulan UMMI dan menjadi rujukan bagi PTM-PTM lain di Indonesia. (hidayat tri)