MLH PWM Kalsel Miliki Duta Lingkungan Muhammadiyah

Banjarmasin (855.news.com) -- Timbulnya berbagai bencana alam akhir-akhir ini, seperti banjir, kekeringan, tanah longsor, wabah penyakit, ledakan jasad pengganggu tumbuhan, semakin menipisnya ketersediaan air, semakin menurunnya kualitas air dan yang terakhir terjadinya luapan lumpur. Akibat dari bencana itu, manusia juga yang merasakan dan menanggung resikonya sehingga lebih jauh dari itu akan berpengaruh terhadap keberlanjutan kehidupan manusia sendiri.

Fenomena bencana itu sebagai bukti bahwa manusia tidak menghiraukan peringatan Allah SWT jauh sebelum kehidupan manusia berkembang seperti sekarang ini, sebagaimana tersurat dalam QS Ar Ruum ayat 41: ”Telah nampak kerusakan di darat dan laut disebabkan oleh perbuatan manusia, supaya mereka merasakan sebagian dari perbuatannya, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” dan 46 ayat lainnya yang intinya juga memperingatkan manusia agar jangan berbuat kerusakan di bumi. Jelaslah bahwa Allah SWT sebagai pencipta alam semesta tidak melarang manusia untuk memanfaatkan alam ini tetapi janganlah sampai merusaknya. 

Apabila manusia akan mengambil (mengeksplorasi) atau bertindak sesuatu terhadap alam maka ketika  itu harus terpikir pula dampak negatif apa yang akan muncul (misalnya ketika menebang pohon atau membangun bangunan  di daerah hulu atau di bantaran sungai, atau membuang sampah, apalagi bahan berbahaya dan beracun di sungai atau selokan, dan lainnya). Seperti itulah Pemikiran dan Perilaku khalifatullah fil ardh (QS Al Baqarah: 30) sebagaimana yang diharapkan oleh Allah terhadap manusia (sebagai wakil Allah dalam memimpin, memelihara, mengatur dan mengelola alam ini).

Komitmen dan upaya-upaya konkrit Majelis Lingkungan Hidup PWM Kalsel dalam mewujudkan Kawasan Penyejuk Bumi di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan dengan melengkapi seluruh infrastruktur organisasi ddan penguatan kelembagaan bahkan tak kalah pentingnya adalah Penobatan Duta Lingkungan Muhammadiyah yang dilakukan pada acara Pembukaan Rapat Kerja Wilayah dan dialog Nasional Lingkungan pada 15 September 2018 di Hotel Pesona Banjarmasin.

Zulfa Asma Vikar, Ketua MLH PWM Kalsel menegaskan bahwa, pengendalian diri dalam memanfaatkan alam agar dijaga sesuai fungsinya. Kelestarian alam/lingkungan akan berdampak pada keselamatan dan keberlanjutan kehidupan manusia, artinya apabila manusia akan mengeksplorasi atau bertindak sesuatu terhadap alam, maka ketika  itu harus terpikir pula dampak negatif apa yang akan muncul, misalnya ketika menebang pohon atau membangun bangunan di daerah hulu atau di bantaran sungai, atau membuang sampah, apalagi bahan berbahaya dan beracun di sungai atau selokan, dan lainnya.

Lebih lanjut anggota DPRD Provinsi Kalsel ini menjelaskan bahwa “Muhammadiyah sangat perhatian dengan hal di atas, sebagaimana Falsafah Ajaran Hidup KH Ahmad Dahlan yang menyebutkan bahwa ”Hidup hanya sekali maka haruslah berhati-hati”, dan terakhir ditegaskan dalam Muktamar ke-47 di Makassar tentang Peran Aktif Muhammadiyah dalam penanganan Isu-isu Keumatan, Kebangsaan dan Kemanusiaan. Untuk itulah MLH PWM Kalsel bertekad untyuk mewujudkan Kawasan Penyejuk Bumi di Kalimantan Selatan sebagai bagian dari “Gerakan Muhammadiyah Menyejukkan Bumi”. tandas Zulfa.

Duta Lingkungan Muhammadiyah yang dinobatkan tersebut mempunyai tugas pokok yakni melakukan Sosialisasi (yang berfokus pada pemahaman), Edukasi (fokus pada perubahan sikap dan perilaku) dan Advokasi (fokus dan membangun komitmen dan kepedulian) terhadap program dan kegiatan MLH PWM Kalsel. (ht)