Dampak Perubahan Iklim itu Multisektor

Bau-Bau (855.news.com)--Pengelolaan alam yang antroposentris dan arogansi manusia menyebabkan ketidakadilan dan akselerasi kerusakan di bumi sehingga terjadi krisis ekologi. Masalah lingkungan, perubahan iklim, dan pemanasan global tidak hanya terbatas menjadi pembahasan di kalangan elit, atau kegiatan teknis akademis saja”, demikian dikatakan Ir. Hidayat Tri Sutardjo, MM.,CHRM. ketika memberi Kuliah Tamu di Universitas Muhammadiyah Buton (UMB) pada Sabtu (16 Maret 2019).

Dari beberapa kajian menunjukkan bahwa perubahan iklim memberi dampak terhadap multisektor. Proyeksi iklim selalu mengandung ketidakpastian. Mengapa? Karena tantangan terbesar adalah melakukan kuantifikasi terhadap ketidakpastian tersebut untuk meningkatkan daya gunanya dalam mengambil keputusan.

Lebih lanjut, Hidayat yang juga menjadi anggota Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah ini menegaskan bahwa “beberapa kajian dan proyeksi iklim dari lembaga dalam maupun luar negeri menunjukkan bahwa iklim di Indonesia telah mengalami perubahan, meskipun analisis ilmiah maupun data-datanya masih terbatas”.

Fenomena perubahan iklim yang berubah diakibatkan suhu rata-rata yang menigkat ini, terjadi setelah rentang yang sangat panjang, ditandai dengan perubahan pola cuaca dalam data statistiknya sepanjang periode waktu. Saat ini, dunia telah satu derajat Celcius lebih hangat dibandingkan pada masa pra-industri.  Hal ini diakibatkan oleh rentang pemanasan lebih cepat daripada sebelumnya, yang tentu disebabkan oleh peningkatan emisi buatan manusia.

Ciri-ciri terjadinya pemanasan global atau perubahan iklim adalah dilihat adanya distribusi cuaca yang tidak menentu, seperti curah hujan yang tinggi padahal masih musim kemarau, dan begitu pula pada kasus musim kemarau yang berkepanjangan. Selain itu, terjadi peningkatan volume air akibatnya mencairnya es di kutub dan menyebabkan bencana banjir. Sering terjadinya bencana alam angin puting beliung, El Nino, La Nina, termasuk ke dalamnya pada keseimbangan ekosistem.

Dari beberapa kajian menunjukkan bahwa perubahan iklim memberi dampak terhadap multisektor. Dampak yang terjadi kompleks dan bervariasi terhadap wilayah dan tingkat perubahan iklim. Sedangkan faktor yang mempengaruhi adalah perubahan temperatur regional, curah hujan dan adaptasi.

Pada umumnya peningkatan suhu akan mempengaruhi kondisi pertanian di wilayah lintang tengah, pemanasan beberapa derajat Celcius akan memberikan dampak yang signifikan bagi sektor pertanian (penurunan produktivitas pertanian). Peningkatan temperatur akan menyebabkan pergeseran musim dan mengubah pola musim tanam di beberapa daerah, petani di daerah tadah hujan akan mengubah pola panen atau membiarkan lahan mereka jika curah hujan regional dan limpasan berkurang atau bertambah, di beberapa wilayah, berkurangnya produktivitas lahan akan memaksa petani untuk membuka lahan pertanian baru di tempat lain.

Menanggapi hal tersebut, sebagai pelaku utama terjadinya perubahan iklim bumi, maka manusia lah satu-satunya yang harus bertanggungjawab dalam upaya menanggulangi pemanasan global. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengurangi dampak pemanasan global ini. Berikut upaya penanggulan perubahan iklim global yang dapat kita lakukan untuk menyelamatkan bumi ini: Pendidikan karakter dengan GERAKAN GENERASI CINTA LINGKUNGAN, Pengelolaan sampah dengan GERAKAN SHODAQOH SAMPAH (SEKOLAH SEDEKAH SAMPAH), Pengelolaan air dengan GERAKAN MEMANEN AIR HUJAN, Pengelolaan lingkungan sungai dengan SEKOLAH SUNGAI MUHAMMADIYAH, Pengelolaan Pesantren, Masjid, dan Sekolah dengan GERAKAN ECO PESANTREN, ECO MASJID & GREEN SCHOOL, Pengelolaan Hutan Pendidikan & Pusat Keanekaragaman Hayati, Sekolah Tangguh Bencana & Lingkungan, Kuliah Kerja Nyata Tematik Lingkungan Hidup, Pengawalan/Jihad KONSTITUSI melalui UU SDA, Mengembangkan Audit Lingkungan Mandiri Muhammadiyah (ALiMM), Pelatihan Kader Lingkungan Hidup, Penghijauan & Penanaman Pohon Produktif, Pembuatan Sumur Resapan, Kampanye Lingkungan Hidup.(ht)