Focus Group Action PKMS; Empat Hal Penting untuk Kota Bekasi

Kota Bekasi (855.news.com) -- Pusat Kajian Manajemen Strategik (PKMS) menggelar Focus Group Action (FGA) pada 29 November 2019 di RM Wulansari Bekasi. Pokok bahasan awal yang cukup menarik adalah tentang usulan Peraturan Daerah tentang Efisiensi Daerah. Efisiensi sering dilakukan pada berbagai bidang kehidupan manusia yang tentunya memiliki tujuan sebagai alasan dilakukannya efisiensi. Secara umum, tujuan efisiensi adalah untuk; mencapai suatu hasil atau tujuan sesuai dengan yang diharapkan, menghemat atau mengurangi penggunaan sumber daya dalam melakukan kegiatan, memaksimalkan penggunaan segala sumber daya yang dimiliki sehingga tidak ada yang terbuang percuma, meningkatkan kinerja suatu unit kerja sehingga output-nya semakin maksimal dan memaksimalkan keuntungan yang mungkin didapatkan.

Manusia selalu berupaya untuk melakukan efisiensi dalam berbagai bidang kehidupan. Agar upaya efisiensi dapat dikatakan berhasil maka harus memenuhi beberapa syarat berikut: Berhasil guna, yaitu kemampuan suatu unit kerja dalam mendatangkan hasil dan manfaat. Misalnya, barang yang diproduksi bermanfaat bagi masyarakat, Ekonomis, yaitu suatu tindakan untuk mendapatkan input (barang atau jasa) yang berkualitas dengan tingkat sekecil mungkin, pelaksanaan kerja dapat dipertanggungjawabkan, pembagian kerja yang nyata, rasionalitas wewenang dan tanggungjawab, prosedur kerja yang praktis.

Pendiri dan pemrakarsa PKMS, H. Siswadi menegaskan bahwa “Efisiensi Daerah ini sangat penting dilakukan dengan dua sasaran pokok yakni ASN dan masyarakat. Misalnya efisiensi penggunaan kertas, gerakan matikan lampu pada waktu-waktu yang tepat, anjuran Walikota di setiap Mall ‘belanjalah secukupnya dan penuhi kebutuhan Anda’, atau kurangi sisa-sisa makanan terlebih di bulan Ramadhan”.

Menurut Siswadi, efisiensi itu sangat penting. Di era 80 an ada sebuah Rumah Sakit melakukan efisiensi. Cara pertama yang dilakukan adalah bagaimana pegawai Rumah Sakit itu bisa menyalakan dan mematikan lampu dengan benar dan tepat.

"Gerakan ini ternyata membawa dampak multi efek yang cukup besar”, tandasnya.

Hal yang sama disampaikan sesepuh Kota Bekasi, HT Soebekty. Untuk itu, ia menyambut baik usulan Peraturan Daerah (perda) yang dimulai dari Peraturan Walikota tentang Efisiensi Daerah.

"Gerakan efisiensi daerah bisa dimulai dari internal, yakni dengan mengoptimalkan peran ASN Kota Bekasi, mulai dari eselon II sampai aparatur di Kelurahan," ujarnya.

FGA ini cukup menarik dan semua peserta cukup aktif dari awal hingga akhir, antara lain Dr. Abdul Khoir, H. Siswadi, HT Soebekty, HM Cucu Syamsuddin, S. Pramono Budi, Chotim Wibowo, Hidayat Tri Sutardjo, dan ImamTrikarsohadi.

Ada empat kesimpulan dari FGA kali ini yakni, usulan Peraturan Daerah yang dimulai dari Peraturan Walikota  tentang Efisiensi Daerah, penyerahan Sertifikat Tanah Wakaf pada awal Ramadhan 1441 H, Pendirian Koperasi Ormas sebagai upaya nyata pembinaan Ormas, dan perlunya penyederhanaan aturan yang tersebar di berbagai undang-undang ke dalam satu undang-undang.(ht)