Pendemi Biaya Sekolah di Era Pendemi Corona

Oleh: Chotim WIbowo

(Pemerhati Sosial)

SEORANG siswa SLTA Negeri di Kota Bekasi mengadu ke orangtuanya. Pasalnya, uang bulanan SPP-nya nunggak. Sejak sebelum pandemi, bayaran sekolah mereka belum pernah dibayar lagi.

Keluhan seperti ini bisa jadi menjadi keluhan banyak orangtua murid saat ini. Mereka mengaku berat dengan beban bayaran bulanan. Sedangkan sekolah anak adalah sekolah negeri.

Bisa jasa mereka para orangtua itu berpikir agar anaknya berhenti saja dari sekolahan. Daripada menjadi beban dalam hal ekonomi dan menjadi malu di tengah teman temannya. "Nungguin janji pak gubernur gak pernah kesampaikan," kata satu orangtua murid SMAN 6 Kota Bekasi.

Fenomena pendidikan di Kota Bekasi ini memang rada menarik. Jenjang pendidikan dari dasar sampai tingkat SMP menjadi urusan daerah (walikota). Sedangkan jenjang pendidikan SMA menjadi urusan propinsi. Termasuk masalan dana atau biaya operasional.

Hal ini memungkinkan ada perbedaan kebijakan yang sangat dirasakan baik siswa maupun tenaga pengajar. Pembayaran bulanan misalnya, SMP gratis dan SMA bayar.

Beban bulanan ini sebenarnya pernah dicoba diatasi oleh pemerintah daerah. Walikota Rahmat Effendi berusaha memberikan bantuan subsidi agar SPP di SMA di Kota Bekasi bisa gratis. Tapi ini terkendala mekanisme penganggaran dengan propinsi. Gubernur Jabar Ridwan Kamil bahkan pernah juga menjanjikan gratis itu.

Tapi, sampai saat ini, di tahun 2020, siswa SMA Negeri di Kota Bekasi masih saja mendapat beban pembayaran SPP bulanan. Besaran biaya sekitar Rp 300 ribu per bulan. Belum lagi kalau sekolah ada yang menggunakan biaya masuk.

Beban biaya bulanan pendidikan inilah yang sering memberatkan orangtua siswa. Apalagi, saat ini di masa paceklik pandemi ini. Orangtua biasanya ogah mengeluhkan masalah ini karena bisa berdampak kepada anaknya yang tengah sekolah.

Lalu bagaimana dengan situasi di tengah pandemi ini? Ya bisa saja terlupakan. Para pemegang kebijakan pasti masih sibuk menyiapkan dengan protap kesehatan pandemi. Perhatian gratis pendidikan mungkin menjadi makin lama.

Toh sampai saat ini dinas pendidikan belum mau meniru PLN yang menggratiskan sebagian pelanggan dengan alasan pandemi. Sampai saat ini juga tidak ada pengumuman; biaya sekolah SMAN digratiskan.

Ya, pandemi telah memberi dampak kepada semuanya. Termasuk dalam pendidikan. Bagi orangtua yang baru terkena dampak PHK. Kira-kira, bagaimana reaksi orangtua setelah di PHK lalu anak merengek minta dibayarin SPP. Mumet.

Semoga pandemi segera berakhir. Amien.(*).