KH Jamalullail Lc, Hilangkan Wabah Virus dengan Shalawat Nabi

PANDEMI yang sudah terjadi beberapa bulan ini menjadikan semua sektor terpangaruh. Banyak orang tak menyangka jika dampaknya akan komplek sedemikian rupa. Tak terkecuali di sektor keagamaan.

Bagaimana tidak, umat Islam misalnya, sama sekali tak menyangka akan 'dilarang' ke masjid. Mereka tidak lagi bisa sholat jumatan. Tidak terpikirkan sama sekali. Tapi inilah kejadiannya. Gara-gara pandemi, tata cara beribadah yang berjamaah diatur. Tak ada lagi perkumpulan pelaksanaan beribadah berjamaah. Semua demi pencegahan dan penghentian penyebaran virus yang mematikan ini.

Lalu bagaimana pandangan ulama terkait kondisi ini? Ini pula sudah banyak kita dengar. Dari sebuah pandangan jika hal ini menjadi musibah, atau juga mungkin cobaan. Ada pula yang menilai jika wabah ini sebagai 'hukuman' atas kesalahan manusia kepada Sang Khaliq.

Begitu pun ulama menyampaikan jika wabah ini harus disikapi dengan benar. Tidak panik, namun tetap menjalalankan syariat atau protokol ahlinya. Sehingga, tidak mentang-mentang dan juga sombong atau terlalu cuek dengan dalih pasrah kepada Allah.

Terlepas dari itu semua, ada satu anjuran atau pendapat ulama KH Jamalullail Lc, ulama kharismatik asli Kota Bekasi. Hal ini terkait bagaimana agar wabah ini cepat berlalu. Apa yang perlu dilakukan umat.

Almuhaddits asal Medan Satria ini menilai jika wabah ini pasti cepat hilang. Caranya, umat Islam harus meperbanyak membaca shalawat.

"Dengan membaca shalawat, pasti wabah ini hilang," katanya.

Ada banyak hadits yang mendasarkan jika membaca shalawat, maka semua hajat kita akan dipenuhi. Itu pasti. Setiap shalawat, akan dihitung sebagai amal. Tidak akan ada yang terlewat. Meskipun itu keluar dari mulut orang pendosa sekalipun. Apalagi ini keluar dari mulut orang Islam yang baik.

Dengan membaca shalawat, katanya, maka semua hajat akan dikabulkan. Termasuk untuk mengusir wabah ini. Tidak ada yang ditolak. "Berdoa meminta balak agar dihilangkan itu baik. Tapi itu masih 'mudah-mudahan'. Bisa dikabulkan atau bisa juga ditolak. Tetapi dengan membaca shalawat, itu hanya satu, yakni pasti dikabulkan dan akan hilang," katanya.

Artinya, jika berdoa itu masih ada kemungkinan; diterima atau ditolak. Tetapi dengan membaca shalawat, tidak ada keraguan akan diterima.

Maka, pengajar tetap kitab Hadits Sohih Bukhori di Islamic Centre dan Kitab Hadits Sohih Imam Muslim di Masjid Agung Albarkah ini mewajibkan jamaah dan muridnya membaca shalawat minimal 100 kali setiap hari. "Dan virus corona ini akan hilang diangkat oleh Allah atas keagungan shalawat kepada Nabi Muhammad saw," katannya.

Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad. (chotim)