PKMS Menginisiasi Gerakan Warga Cinta Kota

Kota Bekasi (855.news.com) -- Pusat Kajian Manajemen Startegik (PKMS) PKMS didirikan untuk membangun dan mengembangkan karakter strategis sesuai dengan namanya dan ini perlu dipertahankan, sebagai Lembaga independen yang memiliki potensi di banyak bidang, memiliki anggota yang berasal dari berbagai latar belakang, seperti akademisi, pengusaha, birokrat, teknokrat, ulama an praktisi social. Keunikan ini pula menyebabkan PKMS menjadi Lembaga yang kuat dan bisa bertahan sampai dengan saat ini (18 tahun). Kontribusinya terhadap perencanaan dan pembangunan Kota Bekasi pun sudah mendapat pengakuan dan tidak diragukan lagi, seperti perumusan Visi dan Misi Kota Bekasi “Bekasi Kota Jasa dan Perdagangan Bernuansa Ihsan”, Penyusunan Properda Kota Bekasi, penyusunan Renstra Kota Bekasi, penyusunan Implementasi “Bekasi Kota Jasa dan Perdagangan Bernuansa Ihsan”, Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kota Bekasi (RPJP) dan masih banyak yang lainnya.

Dalam acara “Silaturahmi Ramadhan 1440 H PKMS” yang berlangsung Hari Rabu (15/5/2019) di RM Ponyo Jalan Kemakmuran Bekasi yang dihadiri pemrakarsa H. Siswadi dan para aktivis PKMS, Hans Muntahar, Haris Budiyono, H.T. Soebekty, Dudi Setyabudhi, Umi Hajar, Abdul Khoir, Chotim Wibowo, Hidayat Tri Sutardjo, Sunu Pramono Budi, AB Indrayanto, Zainuddin dan Wakil Walikota Bekasi.

PKMS memandang bahwa Kota Bekasi perlu penataan ruang publik yang pro rakyat. Ruang sebagai salah satu tempat untuk melangsungkan kehidupan manusia dan juga sebagai sumber daya alam merupakan salah satu karunia Allah SWT kepada kita semua, sehingga ruang wilayah Kota Bekasi merupakan suatu aset yang harus dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Bekasi secara optimal, terkoordinasi, terpadu dan seefektif mungkin dengan memperhatikan faktor-faktor lain seperti, ekonomi, sosial, budaya, hankam, serta kelestarian lingkungan untuk mendorong terciptanya pembangunan yang berkelanjutan, serasi dan seimbang. Oleh karenanya, untuk mewujudkan tujuan tersebut diperlukan suatu perencanaan yang cermat dan terarah yang dalam pelaksanaannya harus amanah dan bijaksana agar tidak merusak lingkungan hidup.

Menurut Pemrakarsa PKMS, H. Siswadi menegaskan bahwa “untuk menjaga kota dalam membangun, memelihara, mengembangkan kota dibutuhkan BUDAYA CINTA KOTAKU. Kota Bekasi memerlukan budaya itu untuk lebih intensif dan berkelanjutan. Sehingga ke depan PKMS akan menggebrak dengan kajian-kajian yang implementatif sesuai dengan karakter dan potensi warga kota”.

Sementara itu, Kepala Bappeda pada masa kepemimpinan Walikota Nonon Sonthani, H.T. Soebekty menyoroti kondisi ASN Kota Bekasi, SDM aparatur merupakan pelaksana kebijakan publik yang mengemban tugas dan fungsi-fungsi pelayanan, perlindungan, dan pemberdayaan masyarakat. Permasalahan yang muncul sampai saat ini adalah bagaimana kemampuan aparatur memadai dan potensial tanpa menunggu petunjuk dari perintah mengenai apa yang harus dilakukan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya”.

Di sisi lain, Dudi Setyabudhi yang jabatan terakhirnya Sekda Kota Bekasi “menyambut baik ide Pemrakarsa PKMS untuk menggerakan warga Kota Bekasi melalui gerakan BUDAYA CINTA KOTAKU. Gerakan seperti ini sudah pernah dijalankan dengan mendirikan BEKASI CINTA LINGKUNGAN (BCL), sebagai upaya nyata penanganan masalah-masalah lingkungan di Kota Bekasi ketika itu. Masalah yang perlu mendapat prioritas saat ini di Kota Bekasi adalah  transportasi yang harus segera dicari solusinya terutama untuk mode transportasi massal”.

Zainuddin, Rektor Institut Bisnis Muhammadiyah (IBM) Bekasi menyambut baik ide PKMS “ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan, misalnya soal simbol-simbol ke-Bekasi-an. Batik Bekasi kita akan terapkan sebagai seragam mahasiswa di IBM, agar mahasiswa bangga dan merasa memiliki budaya yang dikembangkan kotanya”.

Direktur Pelaksana PKMS, Haris Budiyono menegaskan bahwa “jumlah penduduk Kota Bekasi yang semakin meningkat tajam, tentunya menjadi beban Pemerintah yang semakin kompleks, apalagi penduduknya berasal dari berbagai suku serta agama. Pemenuhan Hak Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di Kota Bekasi Alhamdulillah dapat menjadi contoh  daerah-daerah lain di dalam menyelesaikan konflik agama yang terjadi”. 

Tri Adhianto, Wakil Walikota Bekasi menyambut baik prakarsa PKMS yang menginisiasi gerakan BUDAYA CINTA KOTAKU, semoga kedepan kita semakin bersinergi dengan baik untuk menangani permasalahan di Kota Bekasi yang semakin kompleks ini. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih atas nama Pemerintah Kota Bekasi. (ht)