Haji Ditiadakan, Jangan Kecewa

Kota Bekasi (855.news.com) -- Peniadaan ibadah haji tahun 2020 ini membuat banyak kalangan, terutama para calon jamaah haji, gelisah. Meski, ada banyak kalangan yang mencari hikmah di balik peniadaan ini.

"Pasti semua ada hikmahnya. Kita tinggal menerima ini sebagai ketetapan Allah, dan Insya Allah pasti yang mengaturnya," kata DR. H Ahmad Yani, penulis Buku The Best 48 Dakwah.

Hal itu disampaikan saat talk show di Radio Suara Bekasi 855 AM, Rabu (3/6). Pendakwah yang juga Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi ini memberi semangat kepada calon jamaah haji tahun ini yang terkena dampak pembatalan ibadah haji tahun ini.

Dengan kejadian ini, katanya, berarti kita lebih memperbaiki segala persiapannya. Termasuk, membenarkan dan menguatkan niat haji sehingga bisa sukses dalam beribadah. Niat ini penting agar perjalanan haji nanti bisa sempurna dalam menggapai mabrur.

Jika disebut kecewa, mungkin ada saja kecewa. Tetapi hal yang lebih penting adalah menguatkan niay haji sebagai ibadah khusus yang butuh kekuatan niat hanya menggapai ridho ilahi.

Jika mungkin pergi haji kita misalnya hanya ingin pahala, masih banyak ibadah lain yang juga bernilai pahala besar yang bisa dilakukan. Nabi Muhammad SAW bersabda jika kita shalat isya berjamaah, kemudian ada shalat qiyamullail atau tahajud, kemudian shalat qabliah subuh, dan shalat berjamaah subuh. Semuanya pahalanya luar biasa.

"Shalat sunah fajar, itu pahalanya lebih baik daripada dunia dan seisinya," katanya. "Subhanallah."

Jadi kalau tujuan kita berhaji hanya ingin mendapat predikat haji, atau karena tujuan lain, kita tidak tahu. Inilah menjadi waktu yang perlu kita perbaiki sehingga nanti dalam perjalanan haji akan bisa bernilai mabrur.

InsyaAllah, kalau kita menyadari itu, maka kemudian akan muncul sikap yang positif. Allah menyediakan pahala yang luar biasa yang lain selain ibadah haji. Jadi nanti tidak akan muncul sikap marah-marah atau yang negatif yang akan merusak niat kita.

Talkshow yang digelar Radio Suara Bekasi juga menyinggung buku yang sudah dikeluarkan H Ahmad Yani. Buku materi dakwah itu diharapkan bisa menjadi menjadi pegangan para ustaz yang menginginkan materi yang berbeda. Karena, katanya, buku ini tidak cukup bisa dinikmati dengan sekali membaca, namun harus dengan tenang karena materinya tinggi.

Buku 'The Best Of 48 Dakwah' ditulis dan sempat tertundah sampai 6 tahun lebih. Materi tersebut merupakan materi ceramah dan seminar yang pernah dilaluinya. "Alhamdulillah. Semoga bisa bermanfaat bagi kita," katanya.

Talkshow dipandu penyiar Dinda Putri yang nantinya akan diusahakan akan dijadualkan rutin sesuai keinginan pendengar. (cw)